Saturday, 24 Jul 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Peremas Payudara Kembali Beraksi di Depok Sambil Keluarkan Kemaluannya

Fani Fadillah - 17/07/2018 01:35 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Aksi peremasan payudara di wilayah Depok, Jawa Barat kembali terjadi. Bahkan kali ini pelaku nekat mengeluarkan alat vitalnya saat beraksi dan mengancam membunuh korbannya.

SN (21) mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Depok yang nyambi berjualan makanan ringan di Gang Swadaya II RT 02/RW 05 Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok menjadi korbannya.

"Saya baru sekira 15 menit keliling dagang pas melihat pelaku, dia datang dari arah berlawanan. Karena jalannya cuman muat satu motor dan saya bawa boks isi makanan jadi saya berhenti biar dia bisa lewat," kata SN di Cimanggis, Depok, Senin (16/7/2018).

Ia menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu 15 Juli 2018 kemarin sekira pukul 06.30 WIB tepat di sebelah Mako Brimob Kelapa Dua, Cimanggis, Depok. Mencoba mengingat kejadian pelecehan seksual itu, DN bercerita jika beberapa meter sebelum mendekati SN, pria dengan tinggi sekira 170 sentimeter, sedikit gemuk, mengenakan jaket hitam bercelana panjang hitam menunggangi motor itu menatap tajam ke arah dirinya.

Seketika tatapan tajam itu menghilang dan pelaku berjalan menghampirinya, dan sempat berpikir jika pria misterius itu ingin membeli makanan yang dijajakan, namun seketika berubah justru pelaku meremas payudara dan langsung melarikan diri.

"Dia ngelihatin saya terus. Pas dia sampai di tempat saya berhenti dia meraba payudara saya. Saya enggak bisa melawan karena takut dan kedua tangan saya masih membawa makanan yang cukup berat karena baru mulai dagang," paparnya dengan mata berkaca-kaca.

Rasa takut SN sontak membuat terdiam terpanah melihat pelaku kabur ke arah jalan Taman Indah 1, Cimanggis. Akan tetapi setelah berjalan sekira 3 meter pria misterius itu ternyata kembali memutar arah kembali masuk ke Gang Swadaya II dan kembali bertemu.

Meski ketakutan, dengan wajah pucat dan tubuh gemetar SN mencoba berani melawan rasa tersebut, karena pelaku kembali bertanya harga makanan yang sedang dijajakan. Ternyata nahas pria misterius itu kembali meraba dan meremas payudara.

"Saya sebenarnya takut, tapi saya coba kendalikan rasa takut saya. Apalagi ini makanan punya orang kan, saya cuman jualin saja. Pas dia nanya harga itu dia kembali meraba dada saya lagi. Di situ saya baru berani melawan," ujarnya.

Perlawanan diberikan kepada pelaku, namun apa daya, pelaku semakin nekat mengeluarkan alat vitalnya dan sempat mengancam akan membunuh.

"Saya bentak 'Kakak jangan kayak gitu'. Tapi dia malah bilang 'Enggak apa sebentar saja'. Habis itu dia turun dari motor dan mengeluarkan alat vitalnya yang sudah ereksi. Saya ketakutan dan langsung kabur, pelaku menempeleng kepala saya "Dia bilang 'Aku bunuh kamu!' sambil tempeleng kepala saya ke bawah sampai saya mau jatuh, mungkin karena saya mau lari makannya dia memukul kepala saya," ucapnya sambil mengingat peristiwa keji itu.

Merasa terancam akan dibunuh SN berteriak kencang meminta pertolongan kepada warga sekitar. Sayang saat itu tidak ada warga yang sedang beraktivitas di Gang Swadaya II sehingga pelaku berhasil meloloskan diri.

"Waktu kejadian sepi, enggak kayak biasa saya dagang. Tapi ada ibu Enci yang mendengar teriakan saya dan langsung melongok ke jalan. Teman kampus saya yang ngontrak di sana juga sempat mengejar pelaku, tapi enggak tertangkap," ungkapnya.

Rasa takut menjadi korban pelecehan seksual membuat SN tidak dapat mengingat persis ciri pelaku dan plat nomor sepeda motor yang diduga berjenis Yamaha Mio yang dikemudikan pelaku. Ia menegaskan akan melaporkan musibah yang menimpanya setelah mendapatkan bukti.

"Sekarang saya belum lapor polisi karena belum punya bukti. Tapi saya pasti akan lapor polisi setelah punya bukti. Saya mau pelakunya tertangkap biar dia enggak melakukan hal serupa," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA