Monday, 20 Aug 2018
Temukan Kami di :
Politik

"Cak Imin Atau AS" Jalan Terbaik Sebagai Cawapres Atau Malah Menjerumuskan Jokowi?

Tetapi banyak kalangan menilai Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Abraham Samad, tidak pantas mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Karena, Cak Imin maupun Abraham sempat tersandung kasus.

Indah Pratiwi - 16/07/2018 17:31

Beritacenter.COM - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dinilai sangat "Pede" mendampingi Jokowi di Pilpres 2019, apalagi namanya disebut-sebut jadi salah satu nama yang ada dikantong Jokowi.

Hal yang sama juga ditunjukan oleh Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, yang sedang melakukan manuver politik menjelang Pilpres 2019.

Abraham Samad memberi sinyal akan maju di Pilpres 2019 mendatang, hal ini ditunjukkan dengan melakukan safari politik mengunjungi PKS dan Partai Nasdem.

Melalui Partai Nasdem Abraham samad, akan di dorong menjadi bakal calon wakil presiden pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019.

"Kalau memang saya anggap tepat, bisa saja saya bicarakan sama Pak Jokowi, kan enggak ada salahnya," kata Paloh usai bertemu dengan Samad di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Baca Juga :

Tetapi banyak kalangan menilai Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Abraham Samad, tidak pantas mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Karena, Cak Imin maupun Abraham sempat tersandung kasus.

Kasus Cak Imin dan Abraham Samad, pun sampai saat ini belum tuntas dan tidak ada titik terangnya, sehingga membuat nama kedua calon wakil tersebut belum benar-benar bersih.

Inilah Kasus yang melibatkan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Abraham Samad :

Cak Imin terkait kasus "Durian Gate" atau "Kardus Durian".

Kasus 'kardus durian' merupakan kasus suap dalam proyek infrastruktur di Papua yang dikerjakan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ketika Cak Imin masih menjabat sebagai menteri pada tahun 2011.

Kelanjutan kasusnya perlahan tenggelam lantaran saksi kunci, yaitu Bupati Lumajang, Ali Mudhori, meninggal dunia. Sehingga, kasus ini tak dapat dilanjutkan.

Abraham Samad Terlibat Kasus Pemalsuan Dokumen dan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah tersandung kasus pemalsuan kartu keluarga dan paspor milik Feriyani Lim, dan ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 9 Februari 2015.

Feriyani Lim adalah warga Pontianak, Kalimantan Barat, mengajukan permohonan pembuatan paspor tahun 2007 lalu.

Saat itu, Feriyani Lim memalsukan dokumen dan masuk dalam kartu keluarga Abraham Samad, yang beralamat di Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Status Tersangka AS

Jaksa Agung HM Prasetyo memutuskan untuk mengesampingkan (deponering) perkara yang melibatkan mantan ketua Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Abraham Samad.

Tapi, status tersangka yang perkaranya dideponering berdasarkan hak oportunitas Jaksa, maka status tersangkanya masih tetap melekat sampai kapanpun.

Artinya, hingga saat ini status Abraham Samad masih tersangka karna Jaksa tidak menerbitkan surat ketetapan penghentian penuntutan yang lebih jelas kepastian hukumnya bagi tersangka.

Baca Juga :

Untuk  kepedean Cak Imin menjadi Cawapres mendapat tentangan dari Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah, ia meminta agar Cak Imin sebaiknya berkaca terlebih dahulu sebelum mendeklarasikan diri sebagai Cawapres pendamping Jokowi.
 

"Cak Imin coba berkaca dulu apakah sudah pantas diduetkan dengan Jokowi?" kata Inas kepada wartawan, Selasa (9/4/2018).

Inas menilai, deklarasi sepihak Cak Imin itu menunjukkan ambisi yang berlebihan. Meskipun, menurut Inas, posisi pasangan Jokowi di Pilpres 2019 memang menggiurkan.




Berita Lainnya

Pengamat Bongkar "Kelemahan" Pasangan Prabowo-Sandi Di Pilpres 2019

20/08/2018 14:26 - Indah Pratiwi Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA