Wednesday, 16 Oct 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Digilir 8 Pemuda, Siswi di Bogor Meninggal

Anas Baidowi - 13/07/2018 14:28

Beritacenter.COM - Seorang siswi SMK berinisial FN (16) jadi korban pelampiasan nafsu birahi oleh 8 pemuda hindda depresi dan meninggal dunia di Kecamtan Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Para pelaku saat ini sudah berhasil ditangkap polisi.

Para tersangka yakni ISH (15), ARN (14), MDF (20), MR (18), A (22), N (22) dan RS (22) ditangkap polisi setelah melakukan penyidikan dengan memeriksa 15 saksi terkait kasus tersebut. Sedangkan satu orang lagi masih di DPO.

"Hasil penyidikan dari saksi-saksi itu kita sudah menetapkan 8 orang tersangka. 7 orang sudah kita amankan, satu lagi masih DPO," kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky, di Mapolres Bogor, Jabar, Jumat (13/7).

Peristiwa itu bermula saat korban dijemput ISH (15) menggunakan motor di daerah Citeureup sekitar pukul 21.00 WIB pada 26 Juni 2018 lalu.

Usai menjeput korban, pelaku yang saat itu ditemanai pelaku ARN (14) mampir ke rumah teman mereka berinisial I. Setelah itu, para pelaku membawa korban ke warung tongkrongan mereka.

"Setelah itu korban di bawa kerumah kosang yang sudah ada 3 pelaku lain disana, yaitu MDF (20), MR (18), dan A (22). Di sana mereka bergilir menyetubuhi korban," tuturnya.

Kemudian datang N (22) dan RS (22) yang ikut memperkosa korban. Setelah puas melampiaskan napsu bejat mereka, korban diantar pulang oleh salah satu pelaku.

Setelah mendapat perlakuan itu, korban mengalami depresi berat hingga kondisi kesehatannya menurun drastis. Orangtua korban yang curiga, lantas mencari informasi penyebab korban menjadi depresi.

"Sesudah kejadian itu korban sempat depresi hingga sakit pada akhirnya meninggal dunia pada Selasa 3 Juli 2018. Lalu keluarga mendapat informasi dari sahabat korban pernah disetubuhi," paparnya.

Berdasarkan informasi itu, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Citeureup. Polisi yang melakukan penyelidikan memeriksa sebanyak 15 saksi termasuk sahabat korban.

Sementara dari hasil pemeriksaan, para pelaku sudah merencanakan untuk memperkosa korban.

"Ini sudah direncanakan. Jadi atas kepercayaan, korban mau dijemput pelaku, tetapi ternyata dijebak. Untuk motifnya bisa jadi pelaku terpengaruh minuman keras atau memang pergaulan buruk," ungkapnya.

Para pelaku akan dijerat Pasal 81 dan 82 UU No 35 Tahun 2014 perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

"Kita juga masih tunggu hasil autopsi. Minggu ini keluar. Dalam waktu dekat, kasus ini akan kita limpahkan ke pihak kejaksaan. Kita juga masih mencari satu pelaku lagi inisial I yang sudah DPO," pungkas Dicky.

 




Berita Lainnya

Pura-pura Pijat, Fauzi Sikat HP Tukang Pijat

16/10/2019 05:55 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA