Monday, 20 Jan 2020
Temukan Kami di :
News

Kapolri Marah dan Copot AKBP Yusuf Polisi yang Tendang Ibu-Ibu di Minimarket, DPR: Tepat dan Cepat!

Fani Fadillah - 13/07/2018 13:29

Beritacenter.COM - Nama AKBP Yusuf mendadak viral lantaran video dirinya saat menendang ibu-ibu di minimarket miliknya tersebar di media sosial. Hal itu dilakukan Yusuf karena ibu-ibu tersebut merupakan pengutil di toko miliknya yang berada di Jalan Selindung, Pangkalpinang, Rabu (11/7/2018) lalu.

Melihat 'kelakuan' anak buahnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian langsung bertindak cepat dengan mengeluarkan perintah untuk mencopot AKBP Yusuf.

Baca juga:

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI, Jazilul Fawaid menilai, seharusnya anggota polisi tersebut menangani ibu-ibu tersebut sewajarnya tanpa harus menggunakan kekerasan. Ia sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan AKBP Yusuf.

“Kenapa sampai dipukul? Polisi diberi kewenangan untuk melakukan apapun untuk menjaga ketertiban dan keamanan, tentu sesuai prosedur,” ujar Jazilul, Jumat (13/7/2018).

Ia juga mengapresiasi tindakan sigap Kapolri untuk mendisiplinkan anggotanya itu.

“Tepat dan cepat, saya dukung sikap kapolri untuk mendisiplinkan anggotanya yang menyalahi prosedur ketika bertugas. Sekaligus menjadi peringatan kepada jajaran kepolisian utk bertindak profesional,” ungkapnya.

Kapolri naik pitam saat mendengar anak buahnya AKBP Yusuf menendang seorang ibu-ibu yang dituduh mencuri barang di toko miliknya. Aksi main hakim sendiri oleh oknum polisi itu terekam video dan viral di media sosial.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Muhammad Iqbal mengatakan, Tito marah besar karena tindakan Yusuf tidak mencerminkan prilaku perwira polisi yang seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat.

"Terkait dengan video pemukulan itu, Kapolri marah besar. AKBP Y tidak mencerminkan polisi yang promoter," kata Iqbal ketika dihubungi wartawan, Jumat (13/7/2018).

Menurutnya, sejak awal Tito mengkampanyekan polisi yang promoter (profesional, modern dan terpercaya). Sikap promoter itu difokuskan pada tiga kebijakan utama yang salah satunya memperbaiki kultur. Polri harus menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif.

Sehingga, kata Iqbal, wajar apabila Tito marah besar karena berulang kali telah mengingatkan anggotanya untuk bersikap keras. Namun koridornya adalah terhadap para penganggu ketertiban umum, pelaku kriminal yang membahayakan nyawa masyarakat dan membahayakan nyawa petugas.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA