Thursday, 18 Oct 2018
Temukan Kami di :
Politik

Berstatus Tersangka "Abraham Samad" Bermimpi Menjadi Pendamping "Jokowi"

Indah Pratiwi - 12/07/2018 18:23

Beritacenter.COM - Nama Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, kembali mencuat setelah dirinya bermanuver menjelang pendaftaran Capres dan Cawapres di Pilpres 2019.

Abraham Samad memberi sinyal akan maju di Pilpres 2019 mendatang, hal ini ditunjungkan dengan melakukan safari politik mengunjungi PKS, pada mendeklarasikan sebagai calon presiden, Tak lama kemudian bertemu dengan Partai Nasdem.

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, mengisratkan jika dirinya membuka peluang untuk mendorong Abraham Samad menjadi bakal calon wakil presiden pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019.

"Kalau memang saya anggap tepat, bisa saja saya bicarakan sama Pak Jokowi, kan enggak ada salahnya," kata Paloh usai bertemu dengan Samad di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Banyak kalangan yang menilai Abraham Samad tidak pantas menduduki kursi Presiden maupun wakil presiden di Pilpres 2019 karena, Abraham Samad pernah tersandung kasus dugaan penyalahgunaan wewenang saat masih menjabat sebagai Ketua KPK.

Abraham Samad Tersandung Kasus Dan Masih Tersangka

Mantan Ketua KPK Abraham Samad pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan wewenang saat masih menjabat sebagai Ketua KPK. Penetapan tersangka itu karena Samad diduga melakukan sejumlah pertemuan politik dengan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto saat jelang Pilpres 2014.

Tak hanya itu, Abraham Samad juga telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen administrasi atas nama Feriyani Lim oleh Polda Sulawesi Selatan dan Barat.

Dia disangkakan dengan Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP, subsider Pasal 264 ayat 1 dan 2 KUHP subsider Pasal‎ 266 ayat 1 dan 2, dan atau Pasal 93 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Hingga saat ini, sejatinya Abraham Samad sendiri masih berstatus tersangka yang perkaranya di deponering atau di kesampingkan. Berdasarkan hak oportunitas Jaksa, maka status tersangkanya tetap akan melekat sampai kapan pun.

Dengan begitu, Abraham Samad masih menjadi tersangka, karena Jaksa tidak menerbitkan surat ketetapan penghentian penuntutan yang lebih jelas kepastian hukumnya bagi tersangka.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA