Friday, 21 Sep 2018
Temukan Kami di :
Politik

Finalisasi Nama Cawapres, Jokowi dan Mega Diskusi di Batu Tulis

Fani Fadillah - 09/07/2018 12:16 Pertemuan Jokowi dan Megawati

Beritacenter.COM - Untuk ke sekian kalinya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu Joko Widodo di Istana Batu Tulis. Keduanya saat itu diketahui tengah berdiskusi untuk menentukan capres PDIP.

Namun kini pertemuan yang digelar pada Minggu (8/7) kemarin, salah satu yang menjadi pembahasan yakni terkait pendamping Jokowi di Pilpres 2019 nanti.

"Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar," ujar Megawati Soekarnoputri seperti dituturkan Sekjen PDIP Hasto Kristianto dalam siara pers, Senin (9/7/2018).

Baca juga:

Pertemuan itu berlangsung selama 1 jam 50 menit. Beberapa hal strategis dibahas terkait hasil kunjungan Presiden Bank Dunia, Persiapan Asian Games, berbagai agenda strategis bangsa dan negara, termasuk pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

Hasto menyebut, pentingnya pertemuan antara kedua pemimpin secara periodik baik di Istana Merdeka, Istana Bogor, maupun Istana Batu Tulis.

“Istana Batu Tulis sangat cocok, teduh, menghadap Gunung Salak dengan gemuruh air sungai yang menciptakan suasana kontemplatif, serta membangun suasana kebatinan yang baik untuk membahas berbagai agenda strategis bangsa dan negara, jauh di atas kepentingan pribadi atau golongan. Semua yang dibahas untuk kemajuan Indonesia Raya," ungkapnya.

Ia menambahkan, pertemuan Batu Tulis tersebut menepis berbagai anggapan dari berbagai pengamat politik yang mencoba membuat jarak, bahkan memisahkan antara Presiden Jokowi dengan Megawati, dan PDI Perjuangan.

"Kepemimpinan Ibu Mega dan Pak Jokowi itu saling melengkapi dan satu kesatuan. Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat; sementara Pak Jokowi dengan kemampuan teknokratisnya serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul, dan terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang turun ke bawah, atau merakyat. Kedua pemimpin bangsa tersebut, dengan demikian, saling melengkapi, bersinergi, dan disatukan oleh emotional bonding (ikatan emosional) dengan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia," pungkasnya.

"Berkaitan dengan siapa yang akan diputuskan sebagai cawapres, nama sudah mengerucut dan sudah dikantongi Pak Jokowi," tuntasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA