Friday, 20 Jul 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Seorang Siswi SMP Disekap Sekelompok Debt Collector, Kantor Mega Finance Kembangan Diserbu Polisi

Indah Pratiwi - 07/07/2018 11:29

Beritacenter.COM - Nasib naas menimpa salah seorang Siswi SMP berinsial RI(14) yang menjadi korban pelecahan sekaligus penyekapan oleh sekelompok Debt Collector Perusahaan Mega Finance, Kembangan, Jakarta Barat.

Hal ini disampaikan oleh Kapolsek Palmerah, Kompol Aryono yang mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari ibu korban Nining(42) bahwa anaknya diculik oleh sekelompok debt collector perusahaan leasing dari Mega Finance, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu(7/7).

"Kami mendapatkan laporan dari ibu korban dan kami langsung telusuri dan mendapatkan kantor debt collector itu di Mega Finance, Kembangan, Jakarta Barat," ujar dia Jumat(6/7/2018 malam).

Dari laporan tersebut, kata Kapolsek, pihaknya langsung bergerak cepat dengan menyerbu perusahaan leasing tersebut yang diduga melakukan penyekapan terhadap salah seorang gadis siswi SMP.

Melihat penyerbuan polisi ke perusahaan leasing tersebut, semua debt collector kocar-kacir saat pihaknya datang untuk menyelamatkan salah seorang siswi SMP berinsial RI(14).

“Saat kami datang, RI tengah menangis di salah satu ruangan,” ujar Aryono yang memimpin langsung penggerebekan itu.

Polisi berhasil meringkus 9 debt collector yang kini dimintai keterangan di kantor polisi Palmerah. Sementara, 5 orang masih buron yang masih terus dikejar petugas satreskrim polsek palmerah.

"Pelaku ada lima. Kami kejar malam ini. Ini sangat meresahkan, apalagi korbanya anak di bawah umur," tegas Aryono.

Di lain tempat, seorang ibu korban bernama Nining(42) mengatakan bahwa anaknya masih shock berat, kelopak matanya lebam dan baju serta roknya lusuh dan kusut.

“Anak saya masih trauma mas,” ucap Nining.

Saat ditanyai kepada RI(14) apakah dia mendapat pelecehan dan pemerkosaan. Namun, ia tak mampu menjawab lantaran masih trauma atas kejadian yang menimpanya.

"Ditanya masih perawan enggak, ia belum banyak cerita karena masih nangis terus," katanya.

Ibu korban melanjutkan, masalah sepeda motornya yang disita kelompok debt collector ia mengakui bahwa memang masih menunggak 3 bulan. Akan tetapi, ia tidak terima dengan cara yang dilakukan oleh para kelompok debt collector yang tidak memiliki etika dengan menyekap anak kandungnya.

"Sudah tinggal tiga bulan lagi cicilannya, saya sudah bayar 31 bulan. Cuma enggak seperti ini caranya. Silakan motor diambil, ini engak ada etika, anak masih di bawah umur," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA