Tuesday, 21 May 2019
Temukan Kami di :
Opini

Ini Ancaman Azab Yang Sangat Pedih Kepada Pemakan Bunga atau Riba

Indah Pratiwi - 05/07/2018 09:36 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Bunga atau Riba yang biasanya dilakukan oleh Bank Konvensional merupakan termasuk dosa besar lantaran telah mendapat ancaman dan laknat dari Allah SWT dan Rasul-Nya.

Riba atau Bunga yang biasa disebut Ziyadah merupakan pinjaman yang bersyarat di dalamnya adanya tambahan. Allah SWT telah memberikan peringatan kepada pemakan uang riba bahwa mereka akan mendapat siksaan yang sangat amat pedih untuk pemberi dan pemakan uang riba, Kamis(5/7).

Baca Juga :

Orang yang memakan riba mereka diancam kelak dihari kebangkitan tidak akan bisa berdiri melainkan mereka akan beridiri seperti orang kerasukan syaitan karena penyakit gila. Mereka yang terjerat jual-beli riba akan berjalan seperti tercekik lehernya saat bangkit dari kubur. Dan mereka pemberi dan pemakai uang riba akan mendapat ancaman sebagai penghuni neraka.

Allah SWT Berfirman:
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 275)

Menurut karangan yang ditafsir oleh Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang yang memberikan, saksi, dan pemakan uang pinjaman riba pada hari kiamat akan terkena penyakit ayan(epilepsi) saat berdiri atau bangkit dari kubur.

Menurut Ibnu Abbas, pemakan uang riba akan bangkit pada hari kiamat dalam keadaan gila dan mencekik dirinya sendiri.

Berdasarkan dari Kitab Tafsir Ibnu Katsir(Darul Salam) menjelaskan bahwa Allah SWT akan memberikan ancaman serta peringatan keras akan tentang pemberi, saksi dan pemakai uang riba. Selain itu, Allah SWT dan Rasul-Nya akan mengancam perang kepada saksi, pemberi dan pemakan uang riba.

Allah SWT Berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.(QS: Al-Baqarah: 278-279)

Bahkan, Rasulullah SAW telah memberikan peringatan kepada umatnya agar tidak terjerat dalam perjanjian jual-beli maupun pinjaman yang mengandung unsur riba.

Rasulullah SAW Bersabda:
"Rasul SAW melaknat pemakan riba, yang menyetorkan riba, pencatat transaksi riba dan dua orang saksi dalam transaksi riba. Beliau mengatakan, mereka semua sama dapat dosa."(HR. Muslim, No. 1598).

Ini berlaku semua pihak yang terlibat dalam transaksi itu. Bukan hanya bagi si kaya tapi juga si miskin ikut terkena dosa jika melakukan transaksi riba bahkan Allah SWT mengancam perang terhadapnya. Hal ini dijelaskan dalam riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrak.

"Sedirham uang riba yang dimakan oleh seorang laki-laki, sedang dia cari uang itu hasil dari riba lebih keras siksanya dari tiga puluh enam wanita pezina".(HR. Al-Hakim dalam Al Mustadrak 2/37).

 

Wallahu A'lam Bishawab




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA