Wednesday, 28 Jul 2021
Temukan Kami di :
News

Hantam 7 Anak Buahnya Pakai Helm Baja, Kombes Ekotrio Terancam Pidana

Fani Fadillah - 29/06/2018 14:50 Kombes Ekotrio Budhiniar

Beritacenter.COM - Akibat tindakan sejumlah oknum polisi yang ada di tubuh Polri, membuat citra polisi terus berubah di mata masyarakat. Kali ini citra kepolisian kembali tercoreng karena ulah Kepala Pusat Pendidikan Administrasi (Kapusdikmin) Polri Kombes Ekotrio Budhiniar yang memukul 7 anak buahnya dengan helm hanya karena mobilnya tak bisa masuk area parkir lantaran terhalang mobil catering.

Baca juga:

Peristiwa itu terjadi di Pusdikmin Polri, Gedebage, Kota Bandung pada Selasa (26/6). Kesal karena tidak dapat parkir, Ekotrio kemudian mengamuk dan memukuli anggota yang tengah berjaga menggunakan helm baja. Peristiwa ini juga telah dikonfirmasi oleh Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin.

"Kasus ini ditangani Polda Jabar," kata Martuani. Kejadian ini bermula pada Selasa pagi, Ekotrio menggunakan mobil dinas Mitsubisi Lancer akan masuk ke Lemdikpol. Kedua mobil berpapasan dan berhenti karena sama-sama tidak bisa melintas.

Kemudian, PNS Polri serta anggota yang berjaga di pos jaga, keluar dan memberi hormat kepada Kombes Ekotrio. Anggota Polri lain meminta pengemudi mobil boks untuk mundur guna memberi jalan kepada Ekotrio.

Setelah melintas, Ekotrio turun dari mobil dan marah-marah kepada anggota Polri yang ada di pos jaga dan meminta semua anggota piket berkumpul. Lima anggota piket berkumpul dan berbaris. Ekotrio lalu memukul anggota piket dengan helm yang ada di meja piket. Mereka dipukul di bagian kepala. Akibatnya, anggota mengalami luka benjol, sobek di kepala, hingga muntah. Dua anggota lainnya datang dan ditendang di bagian tulang kering.

Tujuh korban diantaranya yakni AKP Ale Surya, Ipda Taryana, Ipda Ade Hasan (Kanit Provos), Bripka Iim Permana, Brigadir Asep Ismanto, Penata I Joko Pitoyo, dan Pengatur Agus Suherlan.

Akibat perbuatannya itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mencopot Kombes Ekotrio Budhiniar dari jabatan Kapusdikmin Lemdiklat Polri. Pencopoton Ekotrio ini tertuang dalam telegram Kapolri dengan Nomor ST/1572/VI/KEP/2018 tanggal 27 Juni 2018 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

Ekotrio dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Sespim Lekdiklat Polri. Asisten SDM Kapolri Irjen Arif Sulistyanto, Rabu (27/6) juga telah membenarkan mutasi tersebut.

Tak hanya sanksi mutasi, Ekotrio juga terancam sanksi pidana atas perbuatannya itu. “Masih diproses tindak pidananya di Polda Jabar,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.

Setyo mengatakan, proses pemeriksaan masih berlangsung di Propam Polri. Sampai saat ini, Ekotrio belum ditetapkan menjadi tersangka.

Meski begitu, pencopotan dari jabatan dan dimutasi bukan ke posisi yang seharusnya merupakan bagian dari hukuman. Ekotrio kini dipindahkan sebagai Analis Kebijakan Madya Sespim Lemdiklat Polri.

“Sebagai seorang perwira dipindah atau dimutasi ke tempat yang tidak sesuai dengan kompetensinya itu adalah suatu hukuman,” tutup Setyo.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA