Wednesday, 28 Jul 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Musnahkan 70 Ton Bawang Merah Palsu Hasil Sitaan di Surabaya

Aisyah Isyana - 29/06/2018 14:24

Beritacenter.COM - Ditreskrimum Polda Jatim berhasil membongkar sindikat penimbun 70 ton bawang merah 'palsu' di Surabaya beberapa waktu lalu. Saat ini, pihak kepolisian akan memusnahkan bawang merah 'palsu' yang sudah disita sejak 1,5 bulan lalu tersebut.

"Ditreskrimsus Polda Jatim pada beberapa bulan yang lalu telah mengamankan 70 ton bawang merah impor atau bawang bombay. Dan ini sudah membusuk karena sudah 1,5 bulan yang lalu," ujar Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Agus Santoso usai pemusnahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya, Jumat (29/6/2018).

Terkait impor bawang merah 'palsu' yang sebenarnya bawang bombay, Agus mengatakan jika pemerintah sebenarnya tidak melarang. Namun, harus ada beberapa syarat yang dipenuhi, seperti Peraturan Menteri Pertanian nomor 105 yang menyebut ukuran diameter bawang bombay harus lebih dari 5 cm agar tidak merugikan petani bawang merah di Indonesia.

"Perlu diketahui di Indonesia ini ada peraturan Menteri Pertanian 105 berkaitan untuk mempertahankan harga. Yang kedua untuk kestabilan harga dan menjaga petani-petani Indonesia atau petani bawang merah," tambahnya.

Baca juga :

Pasalnya, sebagaimana yang terjadi di Surabaya, oknum para penjual sengaja menjual bawang bombay sebagai bawang merah dengan harga yang lebih murah. Jelas hal ini akan merugikan dan mematikan harga pasaran bawang merah dari petani lokal.

"Oleh sebab itu, Permentan 105 ini untuk sizenya yang boleh masuk di atas 5 cm, karena bawang merah produksi kita ini ukurannya kecil-kecil. Maka dari ini untuk menjaga kestabilan harga dan menjaga petani-petani kita dilakukan Permentan ini," lanjut Agus.

Menurutnya, tersangka kasus bawang merah palsu sudah ditetapkan oleh pihaknya, yakni Direktur Utama PT Jakarta Sereal. Menteri Pertanian juga sudah mencabut izin impor kepada lima perusahaan yang melakukan impor bawang bombay di bawah 5cm.

"Tetep ada kita proses, tersangkanya adalah direktur PT JS. Inisial aja, bahwa mungkin kemaren sudah dinyatakan Menteri Pertanian ada 5 perusahaan yang di-blacklist karena melakukan impor bawang bombay ini yang di bawah 5 cm ukurannya," tambah Agus.

Dalam kasus ini, jelas Agus, bawang bombay yang dimusnahkan merupakan bawang ilegal, lantaran melanggar peraturan. Hal ini merupakan langkah yang dilakukan polisi guna melindungi dan menjaga kestabilan harga bawang dari para petani.

"Ya ini ilegal karena melanggar aturan. Tapi kalau lebih dari 5 cm, ini harus diketahui bahwa mengimpor boleh. Tapi size-nya harus lebih dari 5 cm karena bawang kita untuk menjaga petani-petani kita. Karena produksi kita kan di Indonesia kecil-kecil," pungkasnya.




Berita Lainnya

Polisi Tangkap Pembuat Kartu Vaksin Palsu di Bogor

27/07/2021 18:50 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA