Wednesday, 14 Nov 2018
Temukan Kami di :
News

Kepala Proyek LRT Tantang Prabowo Beberkan Sumber Data Biaya LRT

Anas Baidowi - 21/06/2018 21:38

Beritacenter.COM - Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menuding ada mark up dalam perhitungan biaya pembangunan light rail transit (LRT) di Indonesia.  Menurutnya pembangunan LRT di dunia berkisar hanya US$ 8 juta/km. Sedangkan di Palembang, yang memiliki panjang lintasan 24,5 km, biayanya hampir Rp 12,5 triliun, atau dengan kata lain biayanya US$ 40 juta/km.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Proyek LRT Palembang, Mashudi Jauhar mengaku enggan berkomentar lantaran menurutnya biaya pembangunan LRT yang hanya US$ 8 juta/km tak jelas sumber datanya.

"Ya, apa yang mau ditanggapi? Wong datanya juga nggak dijelaskan dari mana? Dan apa bisa disamakan dengan Palembang yang dimaksudkan?" tuturnya, Kamis (21/6/2018).

Dia justru heran, di mana ada LRT di dunia yang biaya pembangunannya hanya US$ 8 juta/km atau Rp 112 miliar/km (kurs Rp 14.000/US$).

"Kalau boleh tahu di mana? Kayaknya perlu ditanyakan itu. Kalau di ASEAN, (konstruksi LRT) sudah di atas atau elevated. Jadi harusnya pasti akan jauh lebih tinggi biayanya," sebut dia.

Ia juga membandingkan dengan biaya pembangunan LRT di negara tetangga seperti di Malaysia dan Filipina

"Di Malaysia, (rute) Kelana Jaya-Ampang 7,2 miliar Yen/km (65,52 juta/km). Manila, LRT Fase 1 extension, 8,2 miliar Yen/km (US$ 74,6 juta/km)," beber dia. 


LRT


Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA