Wednesday, 17 Oct 2018
Temukan Kami di :
News

Sepi Kendaraan, Kualitas Udara di Jakarta Makin Meningkat

Indah Pratiwi - 13/06/2018 19:10

Beritacenter.COM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri Ibu kota Jakarta ditinggal warga yang melakukan mudik ke beberapa daerah. Namun, mudik tahunan ini juga membuat udara di Jakarta lebih segar dan bersih.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DHL) DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, dengan kegiatan mudik maka mengurai volume kendaraan di Jakarta dan secara otomatis asap kendaraan berkurang sehingga tidak menghasilkan polusi udara di ibu kota Jakarta.

“Asap kendaraan bermotor merupakan penyumbang terbesar pencemaran udara di Jakarta,” kata Isnawa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/6/2018).

Tercatat, kata dia, kualitas udara di Stasiun DKI 1 Bundaran Hotel Indonesia terjadi penurunan konsentrasi SO2 (Sulfur Dioksida) sebesar 27.36 persen, konsentrasi CO (karbon monoksida atau gas tidak berwarna) mengalami penurunan sebesar 66.91 persen dan penurunan konsentrasi NO2 (Nitrogen Oksida) sebesar 70.81 persen.

Akan tetapi jenis PM 10 (Partikulat) terjadi sedikit peningkatan konsentrasi sebesar 9.34 persen, hal ini disebabkan adanya debu yang dihasilkan dari proyek pembangunan MRT (Mass Rapid Transit).

“Di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya tercatat penurunan konsentrasi PM-10 sebesar 28.08%, penurunan konsentrasi SO2 sebesar 2.18%, penurunan konsentrasi CO sebesar 53.45% dan penurunan konsentrasi NO2 43.64%,” papar Isnawa.

Akibat ditinggalkan warga yang mudik, kualitas udara Jakarta membaik karena dipengaruhi faktor cuaca dimana hujan deras sempat mengguyur Jakarta sehingga menurunkan polusi karena tingkat pencemaran (polutan) menurun. Air hujan disebut membawa kandungan polutan yang dihasilkan kendaraan bermotor.

“Membaiknya kualitas udara dapat dirasakan, antara lain dengan lebih nyamannya udara ketika dihirup di alam terbuka. Kami juga rutin mengelar uji emisi. Setiap kendaraan bermotor di Jakarta harus memenuhi ambang batas gas buang, sehingga dengan kondisi banyaknya kendaraan yang ada tidak akan mencemari udara di DKI Jakarta,” kata dia.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA