Saturday, 11 Apr 2020
Temukan Kami di :
Opini

Jangan Remehkan Masalah Utang Kalau Tidak Ingin Nasib Kamu Seperti Ini di Dunia dan Akhirat

Indah Pratiwi - 02/06/2018 13:25

Beritacenter.COM - Setiap segala aktivitas manusia memang akan menentukan hasil. Selain itu, Allah SWT Yang Maha Mengetahui Segala Yang Terlihat dan Tersembunyi tentunya tahu akan yang ada di dalam hati niatan manusia. Dia akan memberi jalan bagi siapa saja yang berusaha jujur dalam niat termasuk dalam perkara utang.

Menurut Ustadz Ammi Nur Baits dalam tulisannya bahwa siapa saja orang-orang yang berutang kemudian bertekad untuk melunasi utangnya, Insya Allah, Dia akan membantunya untuk melunasi utangnya yang menjeratnya, Sabtu(2/6).

Baca Juga :

Namun, apabila sebaliknya ketika ada orang berutang dan berniat untuk tidak mengembalikannya atau sengaja untuk tidak melunasi utangnya. Demi Allah, Allah SWT akan membinasakan hartanya dan tidak akan memberikan keberkahan pada hartanya dan tidak akan membantunya untuk melunasi utangnya.

Rasulullah SAW telah memberikan peringatan keras kepada umatnya untuk tidak meremehkan masalah utang. Apalagi orang yang dengan disengaja agar utangnya tidak dibayarkan/lunasi sampai batas yang tidak ditentukan lantaran ada hak orang lain bagi yang memberikan pinjaman.

Rasullah SAW Bersabda:
“Siapa saja yang meminjam harta orang lain dengan niat mengembalikannya, niscaya Allah akan melunasi utangnya. Siapa yang meminjam harta orang lain untuk dia habiskan maka Allah akan memusnahkannya.” (HR. Bukhari 18 & Ibn Majah 2504)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW Bersabda:
“Tidaklah ada orang yang berutang, dan Allah mengetahui bahwa ia berniat melunasi utangnya, melainkan Allah akan melunasinya di dunia.” (HR. Ibnu Majah 2500 dan disahihkan al-Albani)

Apabila orang berniat untuk melunasi utang dirinya untuk melunasi pinjamannya kepada orang lain sehingga jika dia mampu melunasi, maka haruslah dilunasi segera agar tidak menjadi penghalang menuju surgaNya.

Namun, apabila orang yang berutang sampai tidak melunasi utangnya hingga berniat untuk tidak mengembalikan sampai mati, maka di akhirat dia dihukumi sebagai pencuri.

Rasulullah SAW Bersabda:
“Siapapun yang berutang, dan dia berniat untuk tidak mengembalikannya, maka ketika mati, dia akan ketemu Allah sebagai pencuri.” (Ibn Majah 2502 dan dishahihkan al-Albani)

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga”. (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)

Perlu diingat, jika utang belum dibayar sampai mati akan berlaku di akhirat. Artinya, dengan hanya memiliki niat atau tidak ingin membayar utangnya, dia telah berdosa besar. Meskipun ketika di dunia, dia tidak terhitung pencuri. Karena utang ini diambil dengan cara yang legal.

Bahkan Ibnu Hajar al-Haitamy dalam bukunya “Az-Zawajir” mengategorikan perbuatan ini termasuk salah satu dosa besar.

Dan hukum ini berlaku bagi siapapun. Termasuk utang ke sumber riba, yaitu bank. Siapapun yang utang bank, berkewajiban untuk mengembalikan pokoknya saja, karena itulah kewajibannya. Sementara bunganya, tidak boleh dia berikan ke bank, karena termasuk memberi makan riba yang dilaknat oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.

“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393)


Wallahu'alam Bishawab




Berita Lainnya

Kami Tetap Bersamamu "JOKO WIDODO"

09/04/2020 11:37 - Indah Pratiwi Budi

Melawan Pandemi

08/04/2020 16:20 - Indah Pratiwi Budi

Indonesia Dimusuhi (Pengkhianat) Bangsa

08/04/2020 13:00 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA