Saturday, 23 Feb 2019
Temukan Kami di :
News

Dinilai Kecolongan, Pengamat Militer dan Intelijen: Tidak Setuju BIN Disalahkan

Indah Pratiwi - 15/05/2018 14:59

Beritacenter.COM - Wacana pergantian Kepala Badan Intelijen Negara(BIN) Budi Gunawan dinilai tidak tepat lantaran para pengamat militer dan intelijen menilai BIN tidak layak disalahkan. Sebab, ranah BIN hanya deteksi dini yang kemudian diserahkan kepada instansi terkait.

Hal ini disampaikan oleh pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati bahwa pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan(Kopassusgab) hingga kini masih operasional, Selasa(16/5).

Satuan itu, kata dia, Komando pasukan khusus dan komando satuan khusus sampai saat ini dibawah pembinaan masing-masing angkatan lantaran tugas pokok dan fungsinya sebagai pelengkap reguler.

"Jadi, pasukan khusus dibentuk untuk menjadi ujung tombak pasukan reguler masing-masing angkatan dalam skala perang terbuka. Setiap pasukan khusus memiliki standar keahlian yang berbeda sesuai ciri khas dan karakteristik setiap operasi tempur," kata Nuning.

Dalam tugas antiteror setiap angkatan juga berbeda. Seperti misalnya Kopassus dilatih antiteror di darat sebagai salah satu dari empat kemampuan dasar yang harus dimiliki. Satuan Penanggulangan Teror Kopassus merupakan detasemen tersendiri.

Lain halnya dengan Kopaska dan Taifib dilatih antiteror di laut sebagai salah satu dari 11 kemampuan dasar yang harus dikuasai. Pasukan khusus antiteror di laut merupakan gabungan prajurit Kopaska dan Taifib dalam satuan Detasemen Jala Mengkara(Denjaka).

Selain itu, Korpaskhas memiliki Detasemen Bravo untuk anti teror dan pembebasan sandera di bandara."Keinginan Presiden untuk menghidupkan kembali Kopssusgab TNI sudah tepat sesuai amanat UU Pertahanan Negara dan UU TNI," ungkapnya.

Sekarang, kata Nuning, yang perlu diatur Perpres untuk menugaskan Koopssusgab TNI sebagai salah satu kebijakan Presiden untuk mensinergikan Detasemen 88 Polri dengan Kopassusgab TNI.

"Koopssusgab hanya dibentuk sesuai kebutuhan tugas bukan satuan permanen. Tugasnya untuk mencapai misi tertentu dalam jangka waktu tertentu, seperti antiteror," ucapnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA