Wednesday, 21 Oct 2020
Temukan Kami di :
Internasional

Sadis... Tanpa Alasan yang Jelas, Pria Ini Membakar Wanita Hidup-Hidup

Sang sopir bus lalu menggunakan tabung pemadam api yang tersedia untuk memadamkan api yang melalap tubuh korban. Di saat kekacauan itu terjadi, sang pelaku pembakaran berhasil melarikan diri.

Sari Intan Putri - 26/04/2018 11:23

Beritacenter.COM - Selasa (24/04/2018) kemarin, sebanyak 10 orang mengalami luka setelah seorang pria membakar seorang perempuan di dalam sebuah bus di ibu kota Peru, Lima, malam hari waktu setempat.

Dalam insiden itu, ada sejumlah saksi mata yang menyaksikannya. Saksi menuturkan jika pelaku tiba-tiba mendekati si perempuan dan mengajak menobrol.

Tidak berselang lama, entah dengan alasan apa, pria tersebut menyiram bensin ke tubuh perempuan itu dan membakarnya.

Kejadian itu spontan menimbulkan kekhawatiran di dalam bus yang sedang melaju di distrik Miraflores itu. Kemudian penumpang yang panik berebut keluar melali pintu atau langsung melompat melalui jendela terdekat.

Sang sopir bus lalu menggunakan tabung pemadam api yang tersedia untuk memadamkan api yang melalap tubuh korban. Di saat kekacauan itu terjadi, sang pelaku pembakaran berhasil melarikan diri.

Kementerian Perempuan Peru mengatakan, serangan tersebut adalah bukti kebencian terhadap perempuan dan siap memberikan bantuan kepada korban.

"Sebuah tim ahli berada di rumah sakit untuk memberikan bantuan terhadap korban," demikian pernyataan Kementerian Perempuan Peru.

Baca Juga : 

Kesepuluh korban yang mengalami luka bakar kini dirawat di RS Loayza, Lima. Wali kota distrik Miraflores, Jorge Munoz lewat akun Twitter-nya mengatakan, dia amat geram dengan aksi pembakaran yang dilakukan seorang pengecut terhadap seorang perempuan.

Munoz menegaskan, pemerintah dan kepolisian akan mencari pelaku pembakaran dan menjatuhkan hukuman yang setimpal untuk kejahatannya.

Menurut Organisasi Pemantau Keselamatan Warga Negara-negara Amerika, Peru merupakan negara dengan angka kekerasan tertinggi kedua di Amerika Latin setelah Bolivia.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA