Friday, 25 May 2018
Temukan Kami di :
Politik

Diksi Partai Allah dan Partai Islam, Aktivis 98 Nasehati Amien Rais

Anas Baidowi - 20/04/2018 11:29

Beritacenter.COM - Ketua Rumah Gerakan 98, Bernard Haloho mengingatkan kepada mantan Ketua MPR RI Amien Rais untuk tidak serampangan dalam menyeret argumentasi agama hanya demi bertarung dalam politik praktis.

Statemen Bernard tersebut terkait dengan ucapan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut tentang diksi partai Allah dan partai Syetan usai gelar Sholat Subuh berjamaah dengan Gerakan Indonesia Sholat Subuh (GISS) di mimbar masjid di kawasan Mampang, Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu itu.

"Jangan dong gara-gara ingin bertarung untuk kepentingan politik, terus menarik-narik suatu hal itu dengan argumentasi agama yang ugal-ugalan," kata Bernard ketika ditemui di kantornya di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2018).

Terkait dengan diski agama yang sering digaungkan hanya demi menarik suara politik masyarakat dewasa ini, Bernard pun menilai bahwa seharusnya seorang seperti Amien Rais memberikan pernyataan-pernyataan yang mendamaikan, bukan justru membuat situasi yang lebih gaduh lagi.

"Terkait pernyataan Amien Rais soal partai Syetan, saya kok jadi teringat dan rindu dengan sosok Gus Dur. Yang kita butuhkan di tengah situasi seperti ini yang kita butuhkan adalah sosok yang pemikirannya itu sangat inklusif," tuturnya.

Tagar #2019GantiPresiden hanya kreativitas masyarakat saja

Sementara dengan munculnya gerakan sekelompok yang merupakan barisan oposisi dengan pemerintah, yakni tagar #2019GantiPresiden, Bernard pun menilai hal itu merupakan hak demokrasi masyarakat dan wajar. Baginya, desain kaos dan percetakan yang menuliskan tagar tersebut tak lebih dari bentuk eksepresi masyarakat untuk menuangkan kreatifitasnya masing-masing.

"#2019 Ganti Presiden, adalah hal yang biasa saja, karena itu bentuk eksepresi yang dilakukan oleh masyarakat. Kalaupun mau direspon, ya responnya dengan kreatifitas," ujar Bernard.

Bahkan Bernard menilai sejauh ini masyarakat yang masih berharap Joko Widodo melanjutkan kepemimpinannya selama 2 periode pun masih banyak. Ia menilai tagar #2019GantiPresiden sama sekali bukan ancaman politik, melainkan sebuah ekspresi yang disampaikan oleh orang-orang yang mungkin ingin berkuasa dalam kancah perpolitikan periode setelah ini.

"Dari saya itu biasa, saya melihat juga respon dari masyarakat yang menginginkan pak Jokowi terpilih di periode kedua juga banyak. Dan ini bukan ancaman, karena kita yakin dan percaya kinerja pak Jokowi dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA