Wednesday, 17 Oct 2018
Temukan Kami di :
News

Jangan Buang Struk ATM Anda atau Begini Nasib Rekening Anda

Aisyah Isyana - 17/04/2018 11:59

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Jawa Timur membekuk komplotan skimmer penggasak saldo nasabah bank di Kediri. Para pelaku menjalankan aksinya dengan memanfaatkan struk ATM yang dibuang untuk mencuri data nasabah.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin mengatakan, pihaknya berhasil membekuk empat anggota komplotan skimmer, yakni Supeno (43), Nur Muhid (35), Mustofa (49), dan Sujianto (48). Masih ada tiga anggota lainnya yang saat ini masih diburu polisi.

"Kami mengapresiasi Polsek Kediri yang berhasil mengungkap kasus ini. Kami berharap kepercayaan masyakat terhadap sistem transaksi perbankan semakin baik," kata Irjen Machfud, Rabu (11/4).

Baca juga :

Dari hasil pemeriksaan terhadap keempat tersangka, jelas Machfud, modus yang digunakan tidak terlalu rumit. "Ada yang berperan mencari struk transaksi ATM. Pada struk tersebut ada data mentah berupa kode transaksi dan waktu transaksi," jelasnya.

Data dari struk itu, nantinya dikombinasikan dengan data rekaman spycam yang dipasang pelaku di mesin ATM. Selanjutnya, pelaku akan menggandakan kartu ATM dari data yang didapat tersebut. Dengan begitu, kartu-kartu inilah yang nantinya digunakan pelaku untuk menggasak habis saldo direkening nasabah.

Sementara itu, Wadir Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim, Kombes Daniel T Silitonga mengatakan, data transaksi yang terdapat di struk bisa digunakan untuk membuat big data. Selain dari struk, ada sumber lain seperti media sosial dan hasil perekaman pengambilan uang.

"Data keluarga, tanggal lahir, juga diambil semua, itu untuk menganalisis password-nya," jelasnya.

Daniel menyarankan agar nasabah dapat mengamankan struk ATM setelah mengambil uang. "Struk jangan dibuang di tempat sampah. Bisa dibawa pulang atau malah disobek hingga tak terbaca tulisanya," terang Daniel.

"Memiliki media sosial juga perlu aman, seperti tanggal lahir, nama orangtua, istri, anak dan sebagainya jangan di publikasikan. Itu bisa jadi bagian dari data yang dianalisis untuk membobol rekening," tambahnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA