Thursday, 13 Dec 2018
Temukan Kami di :
News

Terbongkar Borok KPK, Alasan Menghentikan Penyidikan Kasus Century Secara Tidak Sah

MAKI menilai sikap KPK yang lamban dan tidak sungguh-sungguh menangani kasus Century, hal ini dinilai dari tak kunjung ditetapkannya tersangka baru setelah Budi Mulya divonis.

Indah Pratiwi - 13/04/2018 06:44

FOKUS : KPK

Beritacenter.COM - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), memenangkan gugatan atas KPK, terkait kasus Century pada Senin, 9 April 2018, di PN Jakarta Selatan.

Dalam hal ini MAKI menilai sikap KPK yang lamban dan tidak sungguh-sungguh menangani kasus Century, hal ini dinilai dari tak kunjung ditetapkannya tersangka baru setelah Budi Mulya divonis. KPK juga dengan sengaja menghentikan penyidikan kasus secara tidak sah.

Tidak hanya itu saja MAKI melalui koordinatornya, Boyamin Saiman menilai, berhentinya penanganan kasus korupsi Bank Century, karena adanya kekuatan yang menghalang-halangi serta intervensi dari sang Penguasa. Namun, Boyamin enggan merinci penguasa yang dimaksud.

Baca Juga :

"Yang hambat penegakan hukum itu hanya 2, keuangan atau kekuasaan. Kalau keuangan enggak mungkin, berarti ada kekuasaan. Bukan menduga tapi saya menuduh," kata Boyamin di Gedung KPK, Kamis, (12/04/2018).

Jika KPK tidak tunduk dengan keputusan PN Jakarta selatan, Boyamin akan mengambil opsi lain agar berjalannya penyidikan "kasus century" dengan menetapkan Bodiono cs menjadi tersangka.

Salah satunya, melimpahkan kasus Century ke Kejaksaan Agung (Kejagung) atau Polri. "Itu salah satu opsi biar bisa dihentikan maka dilimpahkan ke Kepolisian dan Kejaksaan yang memang ada mekanisme SP3," ujar dia.

"Polisi atau jaksa tidak berwenang untuk menolak. Lalu dikaji dan ternyata tidak ada alat bukti ya dihentikan," kata Boyamin menambahkan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA