Monday, 02 Aug 2021
Temukan Kami di :
News

Fahri Hamzah Bongkar Alasan "KPK" Tidak Mau Urus Kasus Bank Century

"Sebab pada dasarnya di KPK sendiri ada banyak konflik kepentingan, kita tahu salah satu penyebab kasus Century tidak diproses oleh KPK karena pimpinan KPK ada yang menjadi lawyer LPS yang sebenarnya bertanggung jawab dalam pencairan pinjaman dana bailout (Century),"

Indah Pratiwi - 12/04/2018 12:47

FOKUS : KPK

Beritacenter.COM - Lambanya penanganan kasus Century membuat masyarakat bertanya-tanya, Apakah KPK serius tangani kasus tersebut ? Hal ini juga disuarakan oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Dia menilai KPK tidak serius menangani kasus dugaan korupsi atas pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century.

Tidak sampai disitu aja Fahri, menuding KPK Telah menghentikan penyidikan kasus Century secara sepihak.

"Saya melihat bahwa kasus Century sudah tidak layak diproses oleh KPK, sebaiknya Mabes Polri mengambil alih kasus ini," ujar Fahri melalui pesan singkat, Kamis (12/04/2018).

Mantan anggota Pansus Century ini pesimis KPK akan mematuhi hasil keputusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, untuk mengungkap kerugian negara yang mencapai RP 6.7 triliun. Ia menuding konflik kepentingan yang melibatkan internal KPK dalam kasus ini.

Baca Juga :

"Sebab pada dasarnya di KPK sendiri ada banyak konflik kepentingan, kita tahu salah satu penyebab kasus Century tidak diproses oleh KPK karena pimpinan KPK ada yang menjadi lawyer LPS yang sebenarnya bertanggung jawab dalam pencairan pinjaman dana bailout (Century)," ujar dia.

Lembaga penegak hukum lain semisal Polri diyakini bakal menjadi pembeda bila diberikan mandat penyidikan kasus Century. Penyidikan kasus pun sempat membawa harapan bila aktor inti yang merugikan negara terungkap.

"Dulu saat Kabareskrimnya Susno Duadji kasus Century ini milik Mabes Polri yang sudah hampir menjangkau aktor-aktor intinya, tetapi kemudian dilakukan audit dan DPR mengambil alih dengan dibentuknya Pansus angket. Dan pansus ini menghasilkan temuan luar biasa, yang kemudian diserahkan ke KPK, tapi kemudian tidak diproses," beber dia.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA