Wednesday, 23 Oct 2019
Temukan Kami di :
News

Warga Sukoharjo Dihebohkan dengan Kemunculan Buaya Ompong di Sungai

Fani Fadillah - 10/04/2018 20:45 Buaya lepas di Sungai Sasak

Beritacenter.COM - Warga Dukuh Jogobondo, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya sepanjang 6 meter milik salah satu warganya yang lepas. Kini buaya peliharaan Koh Yuno itu terlihat di Sungai Sasak dan menjadi buruan warga.

Mendengar kabar tersebut, pemerintah desa dan Polsek Mojolaban melarang masyarakat untuk mendekat ke lokasi lepasnya binatang buas itu.

"Saya tadi lihat kepalanya ada di Sungai Sasak, kita takut, warga takut. Tadi warga sudah diimbau agar tidak ke sungai dulu," ujar Sugondo, warga setempat.

Baca juga:

Menurut Gondo, buaya yang lepas tersebut merupakan betina. Setelah lepas pemiliknya mencoba mencari, namun belum ditemukan. Setelah ada yang melihat penampakan buaya tersebut, warga segera melaporkan ke lurah desa dan Polsek Mojolaban. Warga berharap buaya tersebut segera tetangkap, karena sangat dekat dengan pemukiman

Kapolsek Mojolaban, AKP Priyono membenarkan adanya buaya yang lepas tersebut. Upaya pencarian hingga saat ini masih terus dilakukan. Upaya pencarian juga dilakukan dengan penembakan untuk melumpuhkan buaya tersebut.

Pejabat Kepala Desa Palur, Sugito menambahkan, pada awalnya ada orang yang beraktivitas mencari ikan di sungai tersebut, pada Selasa pukul 6.00 pagi. Saat melihat ke sungai, pencari ikan ini, lanjut Sugito, melihat ada buaya yang mengambang.

"Setelah melihat, oleh saksi tersebut dilaporkan ke saya dan ke Polsek Mojolaban," jelas Sugito.

Selain memelihara buaya, pemilik juga merawat binatang lain seperti babi dan juga harimau. Sebelumnya pemilik hewan tersebut memelihara dua buaya, namun yang satu sudah mati sejak lama.

"Buaya itu milik Koh Yuho, tetapi pemilik aslinya sudah meninggal, sekarang yang merawat ponakannya. Saya kebetulan juga pernah merawat buaya itu. Tapi giginya sudah ompong, soalnya saat kecil sudah dipotong," imbuh Sugito menerangkan.

Sugito mengakui, upaya penangkapan terhalang, karena buaya bersembunyi di dalam air. Setiap muncul dilakukan penembakan, namun belum bisa dilumpuhkan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA