Wednesday, 16 Oct 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Bongkar Peredaran Uang Palsu Rp6 M di Bogor, Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain

Barang bukti yang kita amankan yaitu uang palsu sejumlah Rp 6 miliar dengan pecahan Rp 100 ribu. Ada enam tas koper, slip bank, juga satu kendaraan roda empat

Aisyah Isyana - 28/03/2018 11:50

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Bogor berhasil membongkar peredaran uang palsu senilai Rp6 miliar, Selasa, 27 Maret 2018. Dalam kasus ini, polisi mengamankan tiga pelaku berinisial CDR (56), MAX (37), dan YRN (30) dari kontrakan di kawasan Katulampa, Bogor Timur.

Kapolsek Bogor Timur Kompol Marsuidi Widodo menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari adanya kecurigaan warga terkait aktivitas para pelaku di rumah kontrakan tersebut. Dari informasi itu, polisi melakukan penyelidikan dan penggerebekan di lokasi yang dicurigai.

Dari penggerebekan yang dilakukan polisi, didapati lembaran uang palsu pecahan seratus ribu dari dalam sebuah koper. "Saat kita tangkap, pelaku ini masih pada tidur," tutur Marsudi, di Mapolsek Bogor Timur.

Baca Juga :

Ketiga pelaku ini dicurigai sebagai sindikat jaringan uang palsu antarprovinsi. Terlebih, para pelaku juga baru menempati rumah kontrakan itu sejak sebulan yang lalu. Warga sekitar lokasi itu juga menaruh curiga pada aktivitas para pelaku dirumah kontrakan itu.

"Rumah kontrakan itu jadi tempat mereka untuk istirahat dan nyimpan uang palsunya," sebutnya

Sementara itu, Kapolres Bogor Kota Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan akan terus mendalami kasus itu guna melacak keterlibatan pelaku lainnya. Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui bahwa pelaku akan mengirim uang palsu itu kepada pemesan di wilayah Tangerang Selatan.

"Barang bukti yang kita amankan yaitu uang palsu sejumlah Rp 6 miliar dengan pecahan Rp 100 ribu. Ada enam tas koper, slip bank, juga satu kendaraan roda empat," ujarnya.

Dalam menjalakan aksinya, para pelaku diketahui sudah dua kali mengedarkan uang palsu dengan nilai transaksi pertama mencapai Rp250 juta. "Pelaku mengedarkannya ke wilayah Jabodetabek," kata Ulung.

Ulung menjelaskan, para pelaku mendapat uang palsu itu dengan memesan pada seseorang yang berada di luar Bogor. Pemesanan transaksi uang palsu itu dilakukan lewat komunikasi melalui telepon. Setelah menyepati lokasi pertemuan, barulah mereka bertransaksi di lokasi yang sudah dijanjikan.

"Pelaku ini memesan dengan perbandingan satu pecahan Rp 100.000 asli ditukar dengan tiga uang palsu dengan nominal yang sama," sebutnya.

Jika dilihat secara kasat mata, uang palsu itu sekilas sangat mirip dengan uang asli. Namun, tekstur uang palsu jika diraba akan terasa lebih kasar dengan warna lebih terang dan tak ada benang hologram yang menempel pada uang.

"Modusnya, selain mengedarkan uang palsu, para pelaku ini juga terlibat penipuan," sebut dia.




Berita Lainnya

Pura-pura Pijat, Fauzi Sikat HP Tukang Pijat

16/10/2019 05:55 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA