Wednesday, 23 Oct 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Mengaku ISIS, Pria Bersenjata Sandera Sejumlah Orang di Supermarket Prancis

Aisyah Isyana - 23/03/2018 19:49

Beritacenter.COM - Mengaku sebagai militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), seorang pria berbekal senjata nekat menyandera sejumlah orang di supermarket di Prancis. Parahnya, dua sandera dilaporkan tewas ditempat.

Sebagaimana dilansir AFP dan Reuters, Jumat (23/3/2018), aksi penyanderaan itu terjadi di kota Trebes, Prancis bagian barat daya. Insiden nahas ini berawal saat seorang pria masuk ke dalam supermarket setempat dengan membawa senjata api.

"Pelaku masuk ke supermarket Super U sekitar pukul 11.15 waktu setempat dan sejumlah suara tembakan terdengar," sebut seorang sumber keamanan yang enggan disebut identitasnya kepada AFP.

Kantor Jaksa setempat menyebutkan bahwa pria bersenjata itu menyatakan bahwa dirinya setia kepada ISIS. Penyanderaan itu diketahui masih berlangsung hingga saat ini. Sejauh ini, akses ke supermarket itu sementara ditutup untuk warga setempat.

Baca Juga :

Dikatakan Wali Kota Trebes, Eric Menassi, terdapat dua orang yang disandera pria bersenjata tersebut. Namun, hingga saat ini belum diketahui pasti kondisi kedua santera tersebut.

Kepada BFM TV seperti dilansir Reuters, Menassi menyebut si pelaku kini sendirian di dalam supermarket bersama seorang polisi setempat. Dia menyatakan seluruh sandera telah dibebaskan. Namun, sumber kepolisian setempat menyebut ada 8 orang yang disandera pelaku.

Kepala Kepolisian setempat, Jean-Valery Lettermann, menyebut satu orang tewas dalam insiden ini. "Sangat disayangkan, kami menduga satu orang tewas, tapi kami tidak bisa membawa dokter ke lokasi untuk memeriksa," ucapnya.

Sedangkan media lokal LCI TV menyebut ada dua sandera yang tewas dan 12 orang luka-luka.

Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe, menyebut situasi penyanderaan ini sangat serius. Dia juga menyatakan jaksa Prancis menangani insiden ini sebagai 'serangan teroris'.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA