Monday, 17 Dec 2018
Temukan Kami di :
News

Bareskrim Polri Ungkap Pemalsuan Arang Shisha Cocobrico, Kerugian Hingga Rp100 M

Cocobrico memproduksi arang untuk shisha ini sudah cukup lama memproduksi lebih dari 10 tahun untuk diekspor ke Rusia dan Eropa. Akibat tindakan yang dilakukan TH, membuat kerugian yang diderita oleh Saudari Yvonne sekitar Rp 100 M

Aisyah Isyana - 09/03/2018 18:59

FOKUS : Bareskrim

Beritacenter.COM - Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus pemalsuan produk arang shisha original bernama Cocobrico. Pemalsu bahan bakar shisha berinisial TH, diamankan petugas di kawasan Jepara, Jawa Tengah.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan pemilik Cocobrico, Yvonne S Lima, yang berada di Kalimantan. Korban kerap menerima adanya komplain terkait kriket palsu yang beredar di Rusia dan Jerman.

"Kami melakukan penegakan hukum supaya kita menjaga suatu proses bisnis yang benar, artinya tidak ada persaingan bisnis yang seperti ini yang kemudian merugikan," kata Agung dalam jumpa pers di gedung KKP, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2018).

Menurutnya, pelaku sudah melakukan pemalsuan terhadap produk Cocobrico di pabriknya didaerah Jepara sejak tahun 2012. TH sedikitnya sudah berhasil mengirimkan 11 kontainer Cocobrico palsunya melalui kargo ke Rusia dan Jerman selama lima tahun terakhir.

Harga Cocobrico yang dipasarkan Rp25 ribu, dijual oleh TH hanya dengan Rp10 ribu per kotak. "Yang aslinya dijual kurang-lebih Rp 25 ribu, kalau yang palsu hanya Rp 10 ribu, setengahnya, " ucap Agung.

Baca Juga :

Agung menjelaskan, terdapat sejumlah perbedaan antara produk asli dengan yang palsu. Produk original, semestinya nyala terus menerus dan ada standarisasinya. Semetara yang palsu, berasap, berbau, dan tanpa ada standar yang baik.

"Perbedaan mencolok lainnya terlihat dari bentuk paket kemasan Cocobrico. Paket orisinal dikemas dengan kotak yang lebih kecil dan berwarna terang. Sedangkan produk palsu dikemas dengan kotak lebih besar dan berwarna gelap," ujar Agung.

Pihak Bareskrim juga berhasil mengamankan 1 kontainer Cocobrico palsu di Rusia. Akibatnya, pemilik produk dan merek Cocobrico orisinal diduga menderita kerugian hingga Rp 100 milyar.

"Cocobrico memproduksi arang untuk shisha ini sudah cukup lama memproduksi lebih dari 10 tahun untuk diekspor ke Rusia dan Eropa. Akibat tindakan yang dilakukan TH, membuat kerugian yang diderita oleh Saudari Yvonne sekitar Rp 100 M," ujar Agung.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, TH diganjar dengan koridor Undang-Undang tentang Merek Dagang Nomor 20 Tahun 2016 Pasal 100 ayat 2 mengenai pemalsuan merek seluruh atau sebagian dengan ancaman 4 tahun penjara atau denda Rp 2 miliar.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA