Thursday, 06 Aug 2020
Temukan Kami di :
News

Polri Dan FBI Amankan Kapal Yacht Terkait Pencucian Uang Rp 3,5 Triliun

Dewi Sari - 01/03/2018 22:05

Beritacenter.COM - Kepolisian Indonesia dan FBI mengamankan kapal yacht Equanimity yang merupakan hasil dari korupsi dan pencucian uang yang saat ini ditangani Pengadilan Amerika Serikat. Kapal super mewah itu senilai USD 250 juta atau setara dengan Rp 3,5 trilun.

"Kasus korupsi di AS dan hasil penyidikan FBI di sana bahwa hasil korupsi itu digunakan sebagian untuk membeli sebuah kapal yang sedang berlayar di Indonesia," kata Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Daniel Tahimonang Silitonga di Perairan Tanjung Benoa, Denpasar, Bali, Rabu (28/2/2018).

Dari hasil penelusuran tim Beritacenter.com, Equanimity berada di 500 meter dari permukaan pantai Nusa ua, Badung, Bali. Kapal itu berwarna hitam kebiruan dan putih dengan bendera negara persemakmuran Inggris di bagian buritan.

Petugas kepolisian dari Polda Bali beratribut senjata laras panjang diterjunkan langsung dalam proses penyitaan itu. Penyidik FBI dikerahkan dengan menggunakan kapal kecil untuk naik kedalam Equanimity pada pukul 13.30 WITa, dan hingga pukul 16.45 WITa belum juga keluar.

Seperti yang diketahui, Equanimity merupakan kapal super yacht mewah dengan panjang 91 meter, berkapasitas 28 penumpang dan 33 kru. Kapal ini diproduksi oleh Oceanco asal Belanda dan dikirim kepada pemesannya pada tahun 2014 lalu.

Equanimity memiliki fasilitas diantaranya salon kecantikan, gym, sauna, kolam renang dan kamar mandi bergaya mediteranian. Interiornya dibalut gaya oriental dan beberapa perabotannya berbalut emas, ditambah peralatan navigasi termutakhir yang disematkan di ruang kendali.

Equanimity merupakan yacht terbesar ke 54 di dunia. Equanimity memiliki arti ketenangan jiwa, meskipun dalam situasi sulit.

Pengadilan AS menyebutkan Kapal Equanimity merupakan kapal yang dimiliki oleh pengusaha asal Malaysia Jho Low. Low terjerat kasus korupsi transfer dana USD 1 miliar dari pihak berwenang Malaysia ke rekening pribadi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA