Monday, 20 Aug 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Indonesia Diserbu Narkotika, Polri Komitmen Perketat Perbatasan

Anas Baidowi - 25/02/2018 21:23

Beritacenter.COM - Polri berkomitmen menigkatkan penjagaan perbatasan usai pengungkapan penyelundupan 1,6 ton sabu di kapal ikan beberapa waktu lalu. Perbatasan diperketat menunjukkan kesiapan Polri dalam menghadapi serbuan sindikat narkotika internasional yang akan difokuskan pada masuknya kapal asing ke perairan Indonesia, terutama kapal ikan dengan bendera asing.

Kepala Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen (Pol) Eko Daniyanto mengatakan, sindikat narkotika nasional melakukan berbagai macam modus demi memasukkan barang haram itu ke Indonesia.

"Yang jadi fokus analisis tim gabungan Polri bersama Bea dan Cukai kepada kapal-kapal ikan yang datangnya dari China, Taiwan dan Vietnam," kata Eko, Minggu (25/2).

Bahkan, Polri berencana melengkapi patroli gabungan itu dengan anjing pelacak K-9. Adapun, wilayah perairan di perbatasan yang bakal semakin dijaga ketat, yakni meliputi perairan Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan dan Lampung.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan menangkap sebuah kapal berbendara Singapura di perairan Anambas, Kepulauan Riau, Selasa (20/2/2018) lalu.

Di kapal itu, tim menemukan 1,6 ton sabu. Tiga hari kemudian, Jumat (23/2/2018) lalu, tim kembali menangkap satu kapal ikan Win Long di perairan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Meski demikian, tim belum menemukan barang bukti narkoba di dalam kapal itu. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) M. Iqbal mengatakan bahwa tim gabungan masih memeriksa awak dan seluruh bagian kapal untuk menemukan barang bukti tindak pidana narkoba.

"Tim sedang melakukan tahapan-tahapan pengamanan seluruh awak di kapal, diperiksa. Sampai detik ini pun tim sedang melakukan sterilisasi, penyelidikan mendalam tentang dugaan itu," ujar Iqbal saat dijumpai di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu.

Tim gabungan juga tengah mendalami keterkaitan antara kapal Win Long dengan kapal berbendara Singapura yang ditangkap di perairan Anambas, Kepulauan Riau, Selasa (20/2/2018) lalu dan membawa 1,6 ton sabu.

"Kami sedang mencari korelasinya antara kapal yang satu (Kapal Win Long) dengan kapal yang membawa 1,6 ton sabu," ujar Iqbal.

Di sisi lain, tim gabungan sekaligus sedang mengembangkan penyelidikan dan penyidikan temuan 1,6 ton sabu ke negara lainnya yang terkait.

"Tim gabungan kami kini juga melaksanakan koordinasi dengan negara- negara yang dalam tanda petik diidentifikasi dapat mengungkap jaringan ini dan sekaligus dapat juga melaksanakan pencegahan," ujar Iqbal.

 




Berita Lainnya

Tim Respatti "Sikat" Toko Kelontong Penjual Miras

20/08/2018 10:36 - Indah Pratiwi Indah Pratiwi

Pencuri Kota Amal Bergaya Nyentrik Berhasil Ditangkap Di Surabaya...

18/08/2018 12:34 - Indah Pratiwi Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA