Monday, 20 Aug 2018
Temukan Kami di :
News

Isu Penyerangan Ulama Diduga Sengaja Diciptakan Untuk Ciptakan Konflik di Masyarakat

Hiliyah Azizah - 23/02/2018 03:37

Beritacenter.COM - Menanggapi kabar hoax terkait adanya berbagai penyerangan terhadap tokoh agama beberapa waktu belakangan, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto meminta masyarakat untuk bijak dalam menanggapi kabar-kabar seperti itu.

"Jangan terpancing provokasi, lalu balik memprovokasi melalui opini atas kabar kasus kekerasan terhadap pemuka agama," tegas Ari, Jumat (23/2/2018).

Ari menammbahkan, dengan menyebarkan opini terkait peristiwa itu justru meluputkan esensi.

"Mengaitkan peristiwa itu dalam bingkai yang seolah-olah besar justru kontraproduktif. Kita justru akan terjebak dalam pusaran yang lari dari esensi, yaitu menjaga Indonesia melalui penyuksesan program pemerintah yang saat ini lebih membutuhkan fokus," kata Ari.

Ari melanjutkan, Polri sendiri tak berpangku tangan dengan terus menggali data dan fakta atas peristiwa itu.

"Percayakan saja pada aparat. Tapi perlu diketahui untuk menggali dan mengungkapkan ini semua tidak seperti membalikkan telapak tangan. Data dan fakta yang nanti disampaikan kepada masyarakat harus konkrit agar tak malah menjadi hoax," lanjutnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Bareskrim Mabes Polri, sudah ada 21 peristiwa kekerasan terhadap pemuka agama. Di Aceh, Banten, DKI Jakarta, DIY, misalnya, di masing-masing kota itu terjadi satu peristiwa. Lalu Jawa Timur ada 4 peristiwa. Paling banyak di Jawa Barat, yaitu 13 peristiwa.

"Hasil penelusurannya, seluruh peristiwa itu murni kriminal biasa. Pelaku, modus, hingga motifnya beragam dan tak ada kecenderungan seperti yang selama ini jadi pembicaraan masyarakat. Justru masyarakat malah terjebak dengan agenda sebenarnya jika terus membicarakan ini," papar Ari.

Saat ditanyakan mengenai siapa penebar hoax yang menjebak masyarakat itu, Ari hanya tersenyum.

"Pasti akan terungkap. Saat ini kami sedang dalami terus para penggoreng dan penyebar isu itu. Terpenting, seharusnya masyarakat melontarkan pertanyaan 'siapa sutradara yang menggoreng lalu menyebarkan isu itu' agar tak terjebak dalam polemik yang kontraproduktif," tutupnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA