Wednesday, 14 Nov 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Tersangka Koruptor Penjualan Aset Pertamina Menyerahkan Diri ke Bareskrim Polri

Indah Pratiwi - 22/02/2018 13:30

Beritacenter.COM - Selama menjadi buronan Polisi, Gatot Harsono yang merupakan Mantan Senior Vice President(SVP) Asset Management PT Pertamina(Persero) kini menyerahkan diri ke Direktorat Tindak Pidana Korupsi(Dittipikor) Bareskrim Polri.

Hal ini disampaikan oleh Kasubdit I Dittipikor Bareskrim Polri, Kombes Pol Arief Adiharsa mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pencarian terhadap Gathot yang pada akhirnya menyerahkan diri ke aparat polisi.

"Melakukan upaya pencarian terhadap tersangka, dengan intensifnya pencarian oleh penyidik yang diketahui tersangka, akhirnya tersangka Gathot Harsono menyerahkan diri kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada tanggal 21 Februari 2018 pukul 13.00 Wib. Selanjutnya terhadap tersangka akan dilakukan penahanan," ujar Arief, Kamis(22/2/2018).

Tersangka Gathot Harsono merupakan Daftar Pencarian Orang(DPO) berdasar laporan LP/04/I/2017/Bareskrim, tanggal 3 Januari 2017. Setelah itu, polisi mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sprin.Sidik/08.a/I/2017/Tipidkor, tanggal 6 Januari 2017.

"Lalu kita mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor : DPO/01/VIII/2017/Tipidkor tanggal 23 Agustus 2017," katanya.

Keluarnya DPO terhadap Gathot dilakukan pencekalan oleh Direktorat Imigrasi sejak 19 Juli 2017 yang telah dilakukan perpanjangan hingga mencapai 9 Januari 2018 dan berlaku 19 Juli 2018.

"Bahwa tersangka telah dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 23 Agustus 2017. Terhadap perkara ini telah dinyatakan lengkap oleh JPU (P21) pada tanggal 10 November 2017," ucap Arief.

Tersangka Gathot terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi berkaitan dengan penjualan atau pelepasan aset milik Pertamina berupa tanah di Simprug Kavling No. III.1.01-02 Jakarta Selatan seluas 1.088 m, pada tahun 2011, yang dilakukan oleh tersangka Gathot Harsono.

"Pada tahun 2011 tersangka Gathot Harsono selaku Vice President Asset Management PT Pertamina (Persero) telah melakukan penjualan Aset milik Pertamina berupa tanah di Simprug Kavling No. III.1.01-02 Jakarta Selatan seluas 1.088 m tidak sesuai ketentuan," jelasnya.

"Akibat perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang tersangka mengakibatkan kerugian negara, berdasarkan hasil pemeriksaan investigatif dalam rangka penghitungan kerugian negara pada kasus tersebut, besar kerugian keuangan negara pada PT Pertamina (Persero) adalah Rp 40.940.208.900,00," kata Arief.

Tersangka dijerat Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah dirubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 Ayat 1 atau Pasal 56 KUHP.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA