Monday, 20 Aug 2018
Temukan Kami di :
Politik

4 Hal Ini Bisa Mengancam Pilkada Serentak

Indah Pratiwi - 20/02/2018 11:22 (Menko Polhukam) Wiranto

Beritacenter.COM - Pemilihan Kepala Daerah(Pilkada) 2018 yang berlangsung serentak di Indonesia memiliki masalah yang bisa mengancam keberlangsungan Pilkada tersebut. Politik identitas berkaitan dengan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan(SARA) merupakan isu yang sensitif.

"Pertama, politik identitas. Kedua, black campaign. Ketiga, pembunuhan karakter, dan keempat money politic," ujar Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto saat Rakornas Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Wiranto melanjutkan, untuk black campaign merupakan kampanye hitam yang sering digunakan untuk pihak lawan politik untuk menyerang pasangan calon. Pihak-pihak lawan tentunya akan menyerang untuk menjatuhkan lawan politiknya.

"Pembunuhan karakter hubungannya dengan media sosial yang merupakan ancaman baru bagi Indonesia termasuk dunia, bisa masuk ke mana saja, termasuk pilkada," ucap Wiranto.

Bukan hanya itu saja, Wiranto menilai, dalam politik sering ada money(uang) yang tentunya bisa mengancam berlangsungnya Pilkada itu sendiri. Money Politik sering dijadikan alat untuk membeli suara rakyat.

"Keempat hal ini ancaman yang muncul dari dalam stakeholder sendiri. Kecuali itu ada ancaman dari luar radikalisme yang harus dihadapi aparat keamanan," jelas Wiranto.

Oleh karena itu, pemerintah menghimbau kepada semua pihak kembali melihat tugas dan kewajiban masing-masing dalam rangka menyukseskan pilkada dengan baik serta tanpa melanggar hukum.

"Kita harus melaksanakannya dengan baik tanpa melanggar hukum. Saya yakin, Pilkada serentak ini akan aman-aman saja," pungkasnya.

 




Berita Lainnya

Inilah 3 Masalah Besar Warisan Rezim "SBY" Kepada "Jokowi"

18/08/2018 15:30 - Indah Pratiwi Indah Pratiwi

Prabowo Dapat KTA NU, Begini Respon Cak Imin

17/08/2018 17:09 - Fani Fadillah Fani
Kemukakan Pendapat


BOLA