Sunday, 19 Aug 2018
Temukan Kami di :
News

Kepulangan Habib Rizieq 212 Hanya Obsesi Gengnya Slamet Maarif

Dewi Sari - 17/02/2018 08:33

Beritacenter.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Presidium Alumni 212 (PA212) Ustadz Hasri Harahap menegaskan bahwa kabar terkait dengan kepulangan Habib Muhammad Rizieq bin Shihab yang dikabarkan akan terjadi pada tanggal 21 Februari 2018 adalah hoax.

Ia mengatakan bahwa kabar pulangnya Habib Rizieq tersebut hanya digunakan oleh kelompok Eggi Sudjana dan Persaudaraan Alumni 212 untuk mendompleng nama mereka, apalagi berbarengan dengan tanggal cantik 212.

"Kepulangan Habib 21 Februari hanya identik 212, bahwa temen-teman dari Persaudaraan Alumni 212 yang mereka cikal bakalnya adalah dari Presidium Alumni 212," kata Ustadz Hasri ketika diterima di Kantor Habib Umar al Hamid di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (16/2/2018).

Sejauh komunikasinya antar Persaudaraan Alumni 212 melalui Ketua Umum mereka yakni Habib Umar Al Hamid dengan Habib Rizieq, memang tidak ada wacana apapun terkait kapan pastinya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut pulang, pun ia mengatakan Habib Rizieq nantinya akan tetap kembali ke tanah air.

"Komunikasi 3 hari lalu langsung dengan Habib Umar. Habib Rizieq bilang dia pasti akan pulang tapi kapannya masih blm diketahui," tegasnya.

*Waktunya tidak tepat*

Kemudian Ustadz Hasri yang juga bagian dari pendiri Presidium Alumni 212 pun menyampaikan, bahwa secara hitung-hitungan perjuangan jika kepulangan Habib Rizieq tetap dilakukan tanggal 21 Februari 2018 justru sangat tidak tepat. Ia menilai jika alangkah baiknya Habib Rizieq kembali ke Indonesia nanti setelah Pilpres 2019 saja.

"Kami memang sangat rindu Habib, tapi soal pulangnya sekarang saya rasa momentumnya tidak pas, jelang Pilpres 2019 lebih utama. Tapi kalau tetap pulang sekarang sia-sia perjuangan beliau. Jadi kurang tepat waktunya kalau Habib pulang saat ini," tuturnya.

*Akan bentuk Piagam Makkah*

Lebih lanjut, Ustadz Hasri menyampaikan bahwa dalam pertemuannya dengan elemennya termasuk Habib Umar dan Ustadz Ansufri Idrus Sambo yang merupakan Ketua Umum PP Garda 212, disepakati mereka akan berangkat ke Makkah untuk mengunjungi Habib Rizieq secara langsung.

Target utamanya adalah pengumpulan para alim ulama dan para habaib untuk bersatu mengumpulkan semangat perjuangan, khususnya terkait dengan upaya kepulangan Habib Rizieq bin Shihab ke Indonesia. Produk yang akan diciptakan dalam kunjungannya itu adalah pembentukan Piagam Makkah.

"Dalam rapat besar Presidium Alumni 212 dan ustad Sambo juga hadir karena beliau bagian dari terbentuknya PA212, kita upayakan kita akan berangkat ke sana (Makkah) dan kita rangkul umat Islam khususnya Uama dan Habaib. Kalau dulu ada terkenal dengan istilah Piagam Madinah, nanti akan ada Piagam Makkah untuk kepulangan Habib Rizieq. Tapi tanggalnya belum (dipastikan)," terang Ustadz Hasri.

*Ogah terlibat panitia penjemputan*

Sementara itu, elemen yang menjadi cikal bakal adanya Persaudaraan Alumni 212 ternyata ternyata tidak adanyang tercatat dalam daftar nama panitia penjemputan imam besar (PPIB) itu. Terkait dengan hal utu, Ustadz Hasri pun menekankan bahwa memang sengaja pihaknya tidak ingin terlibat sebagai panitia yang diketuai oleh Eggi Sudaja tersebut.

"Saya lebih suka dikatakan kami tidak ingin terlibat dalam PPIB," katanya

Hal ini disampaikan lantaran memang pada tanggal 21 Februari 2018 tidak ada agenda Habib Rizieq akan pulang ke Indonesia. Bahkan sejauh ini Ketua Umumnya yakni Habib Umar al Hamid selalu intens berkomunikasi dengan Habib Rizieq di Makkah secara langsung, dan memang tidak statemen Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut akan pulang pada bulan ini.

"Ada upaya untuk menjemput bahkan ada panitia PPIB yang diinisiasi oleh Persaudaraan 212. Tapi kalau dari kita saya tegaskan tidak ada keterangan soal kepulangan (Habib Rizieq tanggal segitu)," terangnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA