Sunday, 27 May 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Cicilan Mobil Jadi Pemicu Abi Bunuh Istri dan 2 Anaknya

Berdasarkan hasil autopsi ketiga korban ada beberapa luka tusukan di leher, perut, satu korban dalam keadaan luka parah, Muchtar Efendi dari hasil keterangan awal serta petunjuk, kita tetapkan sebagai tersangka

Hiliyah Azizah - 13/02/2018 17:50

Beritacenter.com - Muchtar Effendi (ME) alias Abi (60) ditetapkan pihak kepolisian atas kasus pembunuhan istrinya sendiri, Ema (40) dan dua anaknya Nova (23) serta Tiara (13). Abi menghabisi nyawa keluarganya di dalam rumahnya di Perumahan Taman Kota Permai 2, Blok B6/5, Kelurahan Priuk, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, Senin (12/2).

"Berdasarkan hasil autopsi ketiga korban ada beberapa luka tusukan di leher, perut, satu korban dalam keadaan luka parah, Muchtar Efendi dari hasil keterangan awal serta petunjuk, kita tetapkan sebagai tersangka," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan, Selasa (13/2/2018).

(Baca juga: Sadis! Satu Keluarga di Tangerang Dibantai OTK, Satu Kritis).

Harry menjelaskan, tersangka tega melakukan pembunuhan sadis itu lantaran dipicu masalah ekonomi. "Jadi dia kesal, karena istrinya nyicil mobil tanpa bicara dengan pelaku," katanya.

Sebelumnya, kata Harry, Abi sempat cekcok dengan istrinya tiga hari sebelum pembunuhan itu terjadi.

"Sebelum kejadian pembunuhan terjadi, ada cekcok antara Ema sebagai korban istri siri ME terkait masalah jual beli mobil yang dilakukan istri, tidak disetujui, selama tiga hari cekcok terjadi di TKP yang akhirnya diakhiri pembunuhan," jelasnya.

(Baca juga: Pembunuh Satu Keluarga di Tangerang Ternyata Ayahnya Sendiri).

Diketahui Abi membunuh istri dan kedua anaknya menggunakan sebilah pisau yang disembunyikan di dalam lemari di kamar belakang di tempat dia ditemukan.

"Menggunakan sebilah senjata tajam, keterangan tersebut didapatkan saat kami mengunjungi Polri, alat yang digunakan diselipkan di salah satu lemari ataupun tempat pakaian," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, Abi dijerat pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup. Kini tersangka masih dalam perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.




Berita Lainnya

Polisi: Pencuri Koper Bandara Masih SMP

27/05/2018 16:46 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA