Saturday, 26 May 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Amankan 6 Orang Terkait Pengeroyakan Warga Gangguan Jiwa Dituduh PKI

Aisyah Isyana - 13/02/2018 00:24

Beritacenter.COM - Insiden pengeroyokan menimpa pria berinisial S (41) lantaran dituduh sebagai antek PKI di kawasan Kampung Deyeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (10/2) sekitar pukul 04.05 WIB.

Jajaran Polres Bogor melakukan penyelidikan terkait insiden itu dan berhasil mengamankan 6 orang terkait penganiayaan tersebut. "Dari hasil penelusuran pihak kepolisian, Polres Bogor berhasil mengamankan enam orang," kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading kepada wartawan, Senin (12/2/2018).

Dicky menjelaskan, dua dari enam pelaku merupakan penyebar video penganiayaan tersebut ke media sosial. Salah satu dari kedua penyebar video itu diduga melakukan penghasutan dan menyebut korban penganut paham PKI.

"Empat orang di antaranya adalah orang yang berada di TKP tersebut, yang termasuk pada video melakukan tindakan kekerasan," imbuh Dicky.

Dalam video yang kini viral di Facebook dan WhatsApp disebutkan bahwa korban penganut PKI. "Setelah ditelusuri, ternyata korban adalah seorang tunawisma yang mengalami gangguan kejiwaan dan bukan berasal dari Bogor, melainkan dari daerah Pemalang," sambungnya.

Pihak kepolisian telah mengkonfirmasi terkait S kepada keluarganya di Pemalang. Menurut pihak keluarga, S sudah lima kali menghilang dari rumahnya.

"Keluarganya menyebutkan dia memiliki gangguan kejiwaan dan seorang tunawisma. Menurut informasi keluarganya, korban sudah lima kali menghilang dari rumahnya," imbuhnya.

"Pernah sempat hilang dan ditemukan warga di Pemalang, Banyuwangi, bahkan pernah ditemukan oleh nelayan di tengah laut," tutupnya.

Pihak kepolisian juga membawa S ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap korban. Adapun pengeroyokan terhadap korban bermula saat warga tengah melakukan siskamling dan mendapati korban mondar-mandir di kawasan tersebut.

Dari situ, warga pun melakukan introgasi terhadap korban dan menggeledah isi tasnya. Warga mendapati terdapat baju dan pin didalam tas itu.

"Salah seorang warga menyebutkan itu adalah pin dengan lambang PKI, sehingga hal ini menimbulkan kekerasan terhadap korban dan terjadi bullying," sambungnya.

Peristiwa itu kemudian direkam oleh warga dan disebarluaskan di media sosial. Video tersebut sempat viral di Facebook dan grup WhatsApp.

"Namun, setelah polisi mencari dan menemukan penyebar video tersebut, penyebar video tersebut langsung menghapus posting tersebut di Facebook. Setelah penyebar video tersebut diamankan, dia mengakui perbuatannya tersebut," paparnya.




Berita Lainnya

Perkelahian Saudara Kandung Berujung Maut

25/05/2018 14:29 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA