Sunday, 19 Aug 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Hendak Rusak Ribuan Anak Bangsa, Bandar Narkoba Jaringan Malaysia Terancam Hukuman Mati

Kami kemudian melakukan penyelidikan dan pengamatan di sekitar Pergudangan Harapan Dadap Jaya. Ternyata benar, narkoba itu disimpan di Gudang E12 kompleks pergudangan tersebut

Hiliyah Azizah - 12/02/2018 18:25 Kapolri saat rilis kasus narkoba jaringan Malaysia

Beritacenter.COM - Tim Satgasus Mabes Polri dan Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 239,785 kilogram sabu dan 30 ribu butir ekstasi asal Malaysia. Dengan gagalnya upaya penyelundupan ini, setidaknya ribuan anak bangsa berhasil diselamatkan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, terungkapnya jaringan ini bermula saat tim mendapat laporan akan adanya pengiriman narkoba dari negeri Jiran Malaysia yang bekerja sama dengan warga Indonesia yakni Andi, Joni, dan Indrawan.

"Kami kemudian melakukan penyelidikan dan pengamatan di sekitar Pergudangan Harapan Dadap Jaya. Ternyata benar, narkoba itu disimpan di Gudang E12 kompleks pergudangan tersebut. Lalu kami geledah dan ditangkap Joni alias Marvin Tandiono," kata Tito di Gedung PROMOTER Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018).

(Baca juga: Nekat Selundupkan 30 Ribu Ekstasi dan 239 Kg Sabu, Bandar Narkoba Asal Malaysia Tewas di Dor Polisi).

Di dalam gudang itu, lanjut Tito, ditemukan 12 mesin cuci yang ternyata berisi 228 bungkus plastik kristal sabu dengan total seberat 239.785 gram dan 6 bungkus plastik berisi 30 ribu butir ekstasi.

"Kami lantas menangkap satu orang yang merupakan jaringan narkoba bernama Andi di Jalan Raya Perancis, Dadap, Kosambi Tangerang pada pukul 21.30 WIB. Dia mendapat perintah dari pelaku bernama Indrawan," jelas Tito.

Bermodal informasi dari Joni, petugas langsung melakukan penyergapan terhadap Lim Toh Hing alias Onglay alias Momo pada Jumat 9 Februari di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

"Saat kami bawa LTH untuk dilakukan pengembangan ke daerah Dadap Kosambi, dia berusaha kabur dan merebut senjata api polisi sehingga langsung kami berikan tindakan tegas hingga akhirnya tewas," kata Tito.

(Baca juga: Dikirim dari Malaysia, 239 Kilogram Sabu dan 30 ribu Ekstasi Disembunyikan di Mesin Cuci).

Menurut Kapolri, modus operandi yang digunakan oleh para pelaku yakni dengan menyembunyikan narkoba di mesin cuci merupakan hal yang baru.

"Karena biasanya disimpan di dalam sepatu atau mesin lainnya," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 Subsider Pasal 112 ayat 2 Juncto Pasal 132 Ayat 1 UU No 35 Tahun 2009.

''Ancamannya pidana mati atau penjara 20 tahun," tutupnya.




Berita Lainnya

Pencuri Kota Amal Bergaya Nyentrik Berhasil Ditangkap Di Surabaya...

18/08/2018 12:34 - Indah Pratiwi Indah Pratiwi

Baru Mau Pakai Sabu, Pengedar Sabu Diringkus Polisi

17/08/2018 08:30 - Indah Pratiwi Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA