Wednesday, 14 Nov 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Korupsi Rp38 Triliun, Bareskrim Libatkan Interpol Buru Honggo Wendratno

Indah Pratiwi - 10/02/2018 03:06

Beritacenter.com - Eks Direktur Utama TPPI Honggo Wendratno hingga sampai saat ini masih menjadi buron Bareskrim Polri. Honggo telah ditetapkan tersangka atas kasus korupsi penjualan kondensat yang melibatkan PT TPPI dan SKK Migas yang telah merugikan negara hingga mencapai Rp38 Triliun.

Menurut SES NCB Interpol, Brigjen Pol Napoleon Bonaparte mengatakan Bareskrim Polri beberapa bulan lalu sudah meminta red notice kepada Interpol Pusat di Lyon, Perancis, yang kini telah disebar ke 192 negara. Bahkan sampai dengan minggu kemarin, penyidik masih meminta lagi atau memberikan reminder letter kepada negara-negara tertentu, Sabtu(10/2).

"Yang kita detected sering dikunjungi oleh dia dan kami masih menunggu respons dari negara itu. Yang baru merespons baru Singapura menyatakan tidak ada di Singapura, tapi kami akan tetap melakukan kroscek-kroscek kepada dia," kata Napoleon saat dikonfirmasi, Jumat (9/2/2018).

Pelayangan surat peringatan yang telah pihaknya keluarkan itu untuk di semua negara terkait red notice untuk Honggo sudah hampir satu minggu yang lalu.

"Persisnya seminggu yang lalu, kita sudah dapat jawaban dari Singapura," ujarnya.

Dengan pelayangan red notice tersebut diharapkan negara yang menjadi bagian interpol melakukan pencarian khusus oleh pihak interpol atau polisi di setiap negara masing-masing. Hal itu dilakukan karena Honggo diduga ke negara-negara itu saja.

"Ada beberapa negara terutama di kawasan Asia Pasifik yang memang dalam travel recordnya itu sering dikunjungi di beberapa negara Asia Pasifik. Terakhir kali yang terdetect di data perlintasan imigrasi itu di Singapura," sebutnya.

Kasus mega korupsi penjualan kondensat yang melibatkan PT TPPI dan SKK Migas sempat mangkrak di Bareskrim lebih dari dua tahun. Padahal, berkas perkara yang telah disusun penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim telah empat kali dilimpahkan ke Kejaksaan.

Bareskrim Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kondensat ini. Mereka adalah Raden Priyono, Djoko Harsono, dan Honggo Wendratno.

Bareskrim khususnya penyidik telah menahan Raden Priyono dan Djoko Harsono. Selain itu, Honggo Wendratno belum ditahan karena menjalani perawatan kesehatan pascaoperasi jantung di Singapura. Akan tetapi, Singapura melalui akun Facebook Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia membantah keberadaan Honggo di Singapura.

"Honggo Wendratno tidak ada di Singapura. Kami telah menyampaikan hal ini kepada pihak berwenang Indonesia pada kesempatan sebelumnya. Singapura telah memberikan bantuan penuh kepada Indonesia dalam kasus ini, sesuai dengan undang-undang kami dan kewajiban internasional," demikian pernyataan resmi Kemelu Singapura, seperti dikutip dari akun Facebook Kedubes Singapura untuk Indonesia, Sabtu (13/1) malam.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA