Sunday, 27 May 2018
Temukan Kami di :
Internasional

Warga Rohingya yang Mengungsi Menderita Kelaparan karena Diputus Pasokan Makanannya

Maka dari itu, hal tersebut yang membuat warga kesulitan memnuhi kebutuhan sehari-hari termasuk makan. Goni juga mengatakan jika pembatasan ruang gerak dan akses terhadap makanan setiap harinya terasa makin ketat dan hal itu membuat kondisi semakin buruk.

Sari Intan Putri - 09/02/2018 08:20

Beritacenter.COM - Warga Rohingya di Rakhine telah diputus pasokan makanannya oleh militer Myanmar. Hal itu berdasarkan keterangan dari seorang pengungsi Rohingya di Bangladesh, Abdul Goni. Otoritas melakukan hal tersebut secara perlahan dari hari ke hari.

Lebih lanjut Goni juga mengatakan jika minoritas Muslim Rohingya juga kerap ditahan di desa mereka bahkan tidak boleh keluar rumah. Goni juga menjelaskan jika warga dilarang untuk bercocok tanam, melaut, mencari makan, berdagang dan bekerja.

Maka dari itu, hal tersebut yang membuat warga kesulitan memnuhi kebutuhan sehari-hari termasuk makan. Goni juga mengatakan jika pembatasan ruang gerak dan akses terhadap makanan setiap harinya terasa makin ketat dan hal itu membuat kondisi semakin buruk.

"Itu lebih buruk dari pada dipenjara. Tahanan setidak masih bisa makan dua kali sehari, tapi kami selalu dikepung, ditekan dan diawasi," kata Abdul Goni, Jumat (09/02/2018).

Mohammad Ilyas juga mengatakan hal yang sama dengan Abdul Goni. Ilyas adalah warga yang melarikan diri ke Bangladesh. Ilyas mengatakan jika tentara telah merampas lahan padi dan persediaan beras warga.

Ilyas juga menuturkan tidak jarang warga terpaksa menahan lapar sekitar lima hari atau lebih. Karena menurut Ilyas, Myanmar seperti tidak menginginkan satu orang etnis Muslim pun tinggal di kawasan tersebut.

"Mereka ingin membinasakan kami sepenuhnya," katanya.

Pemerintah Myanmar tak langsung memberikan respons atas kesaksian para pengungsi tersebut. Namun mereka membantah tuduhan pembersihan etnis Rohingya. Mereka berdalih, operasi militer yang dilakukan untuk memerangi teroris.

Menteri Kesejahteraan Sosial Myanmar Win Myat Aye mengatakan, pemerintah selalu mendistribusikan bantuan makanan ke semua warga sebanyak mungkin. Dia mengatakan, ada banyak cara untuk memberikan makanan kepada warga desa secara berkala. Oleh sebabnya, dia menegaskan, tidak mungkin ada warga yang terputus dari akses makanan atau kelaparan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA