Sunday, 27 May 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Buwas: Penyelundupan 110 Kg Sabu Dikendalikan 'Toge', Terpidana 2 Kali Vonis Mati

Aisyah Isyana - 07/02/2018 21:26

Beritacenter.COM - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso (Buwas) mengatakan, pengungkapan 110 kilogram sabu dan 18.300 ekstasi di Aceh dan Sumatera Utara, merupakan jaringan yang dikendalikan terpidana mati kasus narkoba, yakni Togiman alias Toge alias Tony (60).

"Yang sangat miris, kami berulang kali, jangan ucapan saya sebagai Kepala BNN mencari kambing hitam permasalahan ini, tidak. Kasus ini melibatkan pelaku yang sudah 2 kali vonis hukuman mati di lapas. Dan dia terlibat dalam semua pemesanan ini," kata Buwas di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Februari 2018.

Buwas menjelaskan, Toge merupakan salah satu narapidana di Lapas Tanjung Gusta, Medan. Dalam kasus penyalahgunaan narkoba, Toge sudah mendapat 2 kali vonis hukuman mati, dengan kasus ini berati ia akan mendapat hukuman mati yang ketiga kalinya.

Tak hanya itu, Buwas juga menyebut Toge juga telah dikenai tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas kasus narkotika yang melibatkannya. Namun, menurut Buwas, Toge masih punya kekuatan mengendalikan jaringan narkoba dari lapas, bahkan ingin menyuap Buwas Rp 4 miliar.

(Baca Juga : BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 110 Kg Sabu dan 18 Ribu Ekstasi)

Dalam konfrensi pers bersama Kemenkeu, bahkan Buwas secara blak-blakan mengatakan percobaan suap terhadap dirinya kepada Menteri Keuangan Sru Mulyani. "Ini yang menyuap saya Bu, dulu waktu di Medan," ujar Buwas.

Mantan Kabareskrim Polri ini menyebut 50 persen peredaran narkoba melibatkan narapidana yang sudah ditahan. Bahkan, menurut Buwas, Toge mempunyai handphone canggih yang tidak bisa disadap untuk alat komunikasinya dari dalam lapas.

"Lima puluh persen peredaran narkotika itu dari lapas itu fakta. Bahkan 90 persen kasus yang kita ungkap selama 2017 itu melibatkan lapas," ucap Buwas.

"Di lapas aturannya tidak boleh ada alat komunikasi. Tapi kita lihat sendiri komunikasinya bebas. Bahkan tukar-tukar nomor, hasil penelusuran kita ini nomornya tukar-tukar. Walau yang ngomong itu-itu juga. Di sana bisa cepat nomor baru didapat saya nggak tahu apakah ada jual terbuka di situ dan HP-nya canggih, dia ada antisadapnya. Ini tidak mungkin bisa digunakan tanpa ada yang mengantar. HP itu tidak ada kakinya," sambung Buwas.

Dari penggagalan penyelundupan narkoba dalam kasus ini, Buwas menyebut telah menyelamatkan sekitar 600 ribu orang. "Dari semua ini kita menyelamatkan hampir 600 ribu manusia," pungkasnya.




Berita Lainnya

Polisi: Pencuri Koper Bandara Masih SMP

27/05/2018 16:46 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA