Monday, 16 Sep 2019
Temukan Kami di :
News

BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 110 Kg Sabu dan 18 Ribu Ekstasi

Sabtu, 20 Januari lalu, Bea-Cukai bersama BNN pusat dan BNN Provinsi Aceh serta BNN Kota Langsa mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Aceh Timur

Aisyah Isyana - 07/02/2018 20:52

Beritacenter.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea-Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dan ekstasi jaringan internasional di Aceh dan Sumatera Utara. Dari pengungkapan itu, petugas menyita 110,84 kilogram sabu dan 18.300 butir ekstasi.

"Sabtu, 20 Januari lalu, Bea-Cukai bersama BNN pusat dan BNN Provinsi Aceh serta BNN Kota Langsa mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Aceh Timur," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers sinergi Kemenkeu dan BNN di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Februari 2018.

"Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi dari masyarakat dan penyelidikan intelijen yang mendalam ada penyelundupan narkotika yang dilakukan sindikat narkotika internasional Aceh-Padang, dari Malaysia masuk ke wilayah perairan Aceh dengan perahu motor. Didapat pelaku MI dan mengamankan sabu 7,2 kilogram dan sabu 300 butir di tas milik tersangka saat mengendarai motor," jelasnya.

Dari penangkapan MI, petugas langsung melakukan pengembangan dan kembali membekuk tersangka AF (28) di Lhokseumawe, Aceh. Selanjutnya, petugas mengamankan pelaku B di Batu Bara, Sumatera Utara, bersama barang bukti 2 bungkus sabu, seberat 1,05 kg dan 1,03 kg, pada 23 Januari 2018.

Tak berhenti sampai disitu, petugas kemudian mengamankan HB (33) di Kantor Pos Batu Bara setelah melakukan controlled delivery, yang awalnya akan menerima 1 bungkus sabu yang diamankan sebelumnya. Setelah itu, petugas mengamankan S (31) di Tanjung Tiram, Batu Bara, dengan barang bukti sabu 2,06 kg.

"Selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan menangkap lagi tersangka lain, DS (47), yang membawa 20 bungkus sabu seberat 21,2 kilogram di Jalan Sakti Lubis, Simpang Limun, Medan, Sumatera Utara, pada 27 Januari saat pelaku menggunakan becak motor," ucap Sri.

Tak cukup sampai disitu, selang dua hari, yakni pada (29/1), petugas membekuk tersangka M (49) dan A (26) di Medan setelah melakukan transaksi narkoba dengan barang bukti 31,2 kg dan 18 ribu butir ekstasi. Setelah itu, ada lagi penangkapan terhadap tersangka B (39) dengan bukti 31,2 kg.

"Dari pengembangan, ditangkap J (41) di kawasan Yos Sudarso, Medan. Berikutnya, pada 30 Januari di Aceh Utara, Bea-Cukai dan BNN mengamankan SA dan MA dengan bukti 15,9 kilogram sabu. Petugas mengikuti tersangka dan berhasil mengamankan 15 bungkus teh China berisi sabu dengan berat 15 kilo yang dikubur," ucapnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1, Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal adalah hukuman mati.




Berita Lainnya

KACAU...! "TEMPO" Sudah Kerasukan Virus "OBOR RAKYAT"

16/09/2019 16:20 - Indah Pratiwi Budi

Direvisi, Sekarang Anak Bisa Laporkan Orang Tua

16/09/2019 15:51 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA