Sunday, 27 May 2018
Temukan Kami di :
Politik

Pasal Penghinaan Presiden Dihidupkan, Taufiqulhadi: Semua Fraksi Sepakat

Anas Baidowi - 07/02/2018 17:54

Beritacenter.COM - Anggota Panitia Kerja (Panja) Revisi KUHP Taufiqulhadi, membantah kabar yang menyebutkan hanya PDI Perjuangan, dan Partai Nasdem yang menyetujui pasal penghinaan presiden. Menurutnya, semua fraksi di DPR menyetujui pasal penghinaan presiden masuk Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

"Semua fraksi setuju," tegas Taufiqulhadi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/2).

Dirinya mengakui, bahwa setiap fraksi belum mengeluarkan sikap resminya terhadapa usulan pasal penghinaan presiden. Namun, menurutnya, anggota fraksi yang hadir di Timsus (Tim perumus, red), semua setuju masalah itu. Tidak ada perbedaan pendapat.

"Jangan sekali-kali berpikir bahwa, kalau kami setuju, saya setuju, misalnya untuk melindungi presiden yang sekarang. Kalau presiden sekarang itu terpilih lagi, kalau tidak, kan ini kan baru efektif dua tahun setelah disahkan," jelas Anggota Komisi III DPR ini.

Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem itu itu tidak sepakat jika pasal itu dimaksudkan untuk membungkam kritikan masyarakat kepada presiden. Dia mencontohkan, pasal yang menyerang diri atau fisik presiden dan wakil presiden.

"Itu ditegaskan menyerang secara fisik. Kalau tidak menyerang secara fisik tidak apa-apa," ucapnya.

Kemudian, kata dia, melempar batu ke presiden juga bisa dijerat dengan pasal tersebut. "Berbeda dengan penyerangan fisik seseorang kepada orang lain," tuturnya.

Diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) pernah menyatakan pasal penghinaan presiden inkonstitusional pada Desember 2006 lalu.




Berita Lainnya

Akhirnya, UU Antiterorisme Disahkan

25/05/2018 12:52 - Adam Khan
Kemukakan Pendapat


BOLA