Monday, 27 Jan 2020
Temukan Kami di :
Kesehatan

Pengobatan Ajaib Dokter Palsu di India, Membuat 30 Orang Terinfeksi HIV

Aisyah Isyana - 07/02/2018 17:53 Reuters

Beritacenter.COM - Seorang diduga dokter palsu di India telah menginfeksi lebih dari 30 orang dengan virus human immunodeficiency (HIV). Hal itu terjadi lantaran dokter itu menggunakan satu jarum suntik yang sama untuk satu pasien.

Dokter yang diketahui bernama Rajendra Kumar ini melakukan praktiknya didaerah terpencil, dengan dalih pengobatan murah yang ajaib dan membuat masyarakat penasaran. Nahasnya, pengobatan ajaib Rajendra ditenggarai menjadi penyebab ratusan orang di Kota Unnao, India, kemungkinan terinfeksi HIV.

Dalam melakukan praktiknya, pria yang juga dikenal dengan nama Rajendra Yadav itu berkeliling ke tiga desa di daerah tersebut selama tiga tahun, menawarkan "pengobatan ajaib" dengan biaya 10 rupee (sekira Rp2.000).

Pada komunitas miskin dan terpencil, dokter yang tak berizin atau yang kerap disebut "jhola chaap" di India memang sering ditemukan. Pada umumnya, warga sama sekali tak menduga ada kesalahan ataupun kecurangan dari pengabatan yang mereka terima.

"Dia seperti malaikat bagi kami. Dokter pemerintah akan meresepkan obat dari luar, yang menghabiskan biaya antara 100 rupee dan 300 rupee, tapi suntikan Yadav manjur hanya dengan biaya 10 rupee. Jika kami mendapat perawatan kesehatan pemerintah yang baik, mengapa begitu banyak yang berobat ke Yadav," kata seorang warga lokal kepada Indian Express sebagaimana dilansir RT, Rabu (7/2/2018).

Parahnya, pengobatan murah itu menjadi mimpi buruk bagi sejumlah pasien setelah mereka didiagnosa terinfeksi virus HIV. Sejauh ini, sedikitnya terdapat 33 orang teridentifikasi terjangkit HIV lantaran pengobatan Rajendra di Desa Premgunj, Kareemuddin Nagar dan Chakmeera.

"Sejauh ini, dialah yang bertanggung jawab atas begitu banyak orang yang terinfeksi HIV. Mungkin ada alasan lain, tapi penyelidikan awal menempatkan tanggung jawab kepadanya," kata Kepala Petugas Medis Unnao, SP Choudhary.

Choudhary mencatat, 33 kasus yang dikonfirmasi berasal dari screening terhadap 566 orang yang diperiksa di kamp HIV yang diorganisir pemerintah pada tanggal 24, 25 dan 27 Januari. Kamp-kamp tersebut didirikan akhir tahun lalu setelah beberapa kasus dugaan HIV muncul saat pemeriksaan rutin di rumah sakit kabupaten di Bangarmau.

"Saat kami bertanya kepada para pasien apakah mereka menggunakan alat suntik yang sama, beberapa dari mereka memberi tahu kami tentang dokter yang mereka gunakan untuk menggunakan alat suntik yang sama pada semua pasiennya, "kata Choudhary.

"Para pasien telah memberi tahu kami bahwa pria ini berusia sekitar 35 tahun dan berkeliling menggunakan sepeda, memberikan pil dan suntikan untuk mengobati pilek, batuk dan penyakit lainnya. Dia adalah dukun," tambahnya.

Berdasarkan laporan, si dokter palsu itu "memvaksinasi" sedikitnya 50 orang per hari dengan menggunakan jarum suntik yang sama. Korban yang paling muda diyakini berusia enam tahun sementara sebagian besar pasien yang terinfeksi HIV berusia 70-an tahun.

"Kami juga melakukan latihan pemetaan dan memastikan pengobatan mereka seiring dengan penanaman kesadaran. Sejauh kasus pemberian suntukan tanpa izin, tindakan tegas akan diambil terhadap mereka," kata Menteri Kesehatan Negara Bagian Uttar Pradesh, Sidharth Nath Singh.

Pihak berwenang di India sejauh ini masih memburu dan mencari keberadaan Rajendra. Dokter palsu itu bakal dituntut melakukan kelalaian yang cenderung menyebarkan infeksi penyakit, secara sukarela menyebabkan luka parah dengan menggunakan senjata atau cara berbahaya, dan mempraktikkan pengobatan tanpa izin sebagai praktisi medis.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA