Wednesday, 27 Jan 2021
Temukan Kami di :
Entertainment

Ini Bukti Ilmiahnya jika Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan

Jika dihitung dengan skala 1-10, periset menemukan bahwa, mereka yang mendapatkan kenaikan gaji dua kali lipat hanya mengalami peningkatan kebahagiaan sebesar 0,2. Sebaliknya, memiliki pasangan dapat meningkatkan kebahagiaan hingga 0,6. Depresi, kegelisahan dan hidup tanpa pekerjaan membuat tingkat kebahagiaan turun hingga skala 0,7.

Sari Intan Putri - 26/01/2018 14:39

Beritacenter.COM - London School of Economics melakukan sebuah riset yang meneliti sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap kebahagiaan seseorang.

Maksud dari riset ini juga akan membuktikan jika menemukan cinta akan lebih banyak memberi kepuasan daripada menerima uang atau mendapatkan kenaikan gaji.

Periset melakukan survei terhadap 200.000 orang di Inggris Raya dan berbagai negara lain. Dan, hasilnya adalah depresi dan kegagalan dalam asmara merupakan penyebab terbesar kesengsaraan manusia.

Mereka juga menemukan fakta bahwa berada dalam hubungan asmara memiliki dampak terbesar pada kebahagiaan. Sementara kenaikan gaji semata adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan.

Jika dihitung dengan skala 1-10, periset menemukan bahwa, mereka yang mendapatkan kenaikan gaji dua kali lipat hanya mengalami peningkatan kebahagiaan sebesar 0,2. Sebaliknya, memiliki pasangan dapat meningkatkan kebahagiaan hingga 0,6. Depresi, kegelisahan dan hidup tanpa pekerjaan membuat tingkat kebahagiaan turun hingga skala 0,7.

Penelitian ini hendak menunjukkan betapa pentingnya mengatasi persoalan kesehatan mental dengan benar, dan bukan semata soal menjadi kaya dan sejahtera. Demikian dikatakan Profesor Richard Layard, pemimpin riset tersebut, seperti dikutip dari laman Esquire.

"Di masa lalu, negara telah berhasil mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran, pendidikan, dan kesehatan fisik," ucap Layard.

Namun, kata Layard, memperbaiki masalah seperti kekerasan dalam rumah tangga, kecanduan alkohol, depresi dan kecemasan, kesepian yang dialami anak muda, serta masalah hidup lain, juga sama pentingnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA