Wednesday, 14 Nov 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Gara-Gara Jambu, Bocah 12 Tahun Jadi Korban Pencabulan di Kebumen

Hiliyah Azizah - 21/01/2018 10:11 Ilustrasi

Beritacenter.com - Misno alias MS (43) tega mencabuli seorang bocah NN (12) warga Karanganyar Kabupaten Kebumen. Akibatnya, NN kini mengalami trauma.

Aksi bejat pelaku terungkap saat orangtua korban curiga melihat perilaku anaknya yang mendadak pendiam. Usai dipaksa, akhirnya korban menceritakan semuanya.

Kapolres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar mengatakan, kejadian itu bermula pada Juli 2017. Saat itu NN bersama temannya yakni M, hendak meminta jambu merah di depan rumah MS. Mereka pun meminta izin kepada pemilik rumah.

Usai memetik jambu merah, dua gadis belia ini mengucapkan terima kasih. Namun, pemilik jambu merah, yakni MS tak menyahut.

Teman korban, M lantas mendahului pulang. NN ditinggal sendirian di teras rumah MS. Tiba-tiba, MS keluar rumah dan mengajak NN masuk ke dalam. Keduanya lantas menonton televisi.

"Rupanya, ini hanya modus MS untuk mencabuli korban. Saat menonton TV, MS membujuk korban dengan iming-iming uang Rp 5.000," kata Arief dalam siaran pers yang diterima Merdeka.com, Sabtu (20/1) malam.

Tersangka juga mengatakan bahwa korban tidak akan hamil. Ia juga mengancam agar NN menutup mulut. NN didesak agar tidak mengatakan pada siapapun.

Setelah kasus ini didalami kepolisian, diketahui kemudian tak hanya sekali MS melakukan tindakan bejatnya. Berdasar pengakuan tersangka yang dikonfrontir dengan korban, MS telah mencabuli NN sebanyak 4 kali.

Kejadian terakhir dilakukan MS pada pertengah Oktober 2017. Ironisnya, saat itu, NN dimintai tolong oleh istri tersangka. Ia diminta membeli garam di warung.

"Saat istri tersangka sudah masuk ke kamar, MS mencabuli NN," kata Arief.

Mengetahui hal tersebut, akhirnya orangtua korban melaporkannya ke pihak kepolisian. Tak butuh waktu lama polisi langsung mengamankan MS pada Jumat (5/1) di rumahnya.

Saat ini MS telah mendekam di Markas Polres Kebumen dan terancam Pasal 81 Undang-undang RI Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling banyak Rp 5 miliar.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA