Tuesday, 20 Feb 2018
Temukan Kami di :
Internasional

Memanas, Pasukan Militer Turki Menyerang Pasukan Kurdi

Sari Intan Putri - 20/01/2018 12:38

Beritacenter.COM - Melalui juru bicara Pentagon, Kementrian Pertahanan Amerika Serikat membantah sinyal serangan militer Turki terhadap milisi Kurdi dukungan AS. Hal tersebut juga telah ditegaskan jika tidak membuat hubungan kedua negara menjadi buruk.

Seperti kabar yang beredar, pasukan militer Turki mulai menyerang pasukan Kurdi yang berkumpul di daerah Afrin. Daerah tersbeut terletak di sebelah utara Suriah. Diketahui juga jika keberadaan pasukan tersebut sejak Jumat dini hari.

“Satu tindakan tidak akan menghasilkan kekacauan atau kerusakan. Kami memiliki komunikasi reguler dengan sekutu kami Turki,” kata Eric Pahon, juru bicara Pentagon.

“Kami bicara soal hal-hal ini. Ini bagian dari menjadi sekutu. Sekutu tidak selalu sepakat mengenai semua hal tapi bersedia bekerja sama,” kata Pahon.

Pahon menegaskan pasukan AS tidak beroperasi di daerah Afrin sehingga tidak terkena dampak langsung serangan militer Turki.

“Kami ingin semua orang fokus pada tujuan utama kita yaitu mengalahkan ISIS,” kata Pahon.

Kemudian Pahon juga mengatakan jika hal ini menanggapi komentar dari seorang pejabat AS kepada media CNN, yang mengatakan operasi militer Turki di Afrin bisa mengganggu perang terhadap Daesh, yaitu nama lain ISIS.

Serangan militer itu juga membuat ketegangan meningkat di wilayah terkait dan membuat hubungan antara AS dengan sekutunya di NATO menjadi kacau.

Saat ditanya mengenai kabar Rusia mulai menarik pasukannya dari kawasan Afrin, Pahon mengatakan jika pihaknya tidak ikut campur.

"Itu merupakan kesepakatan antara Rusia, Suriah dan Turki. Kami tidak terlibat,” jelas Pahon.

Turki menyerang pasukan Kurdi di daerah perbatasan ini karena mencoba memisahkan diri. Kelompok Kurdi PYG dan PKK dianggap sebagai kelompok teror, yang kerap menyerang Turki dengan pengeboman di berbagai kota.

Menurut media Turki, Anadolu Agency, kelompok PKK telah menyebar teror perlawanan terhadap Turki sejak 1980 dan menimbulkan 40 ribu korban jiwa.

Militer Turki melakukan mobilisasi pasukan ke daerah perbatasan selatan yang bersebelahan dengan Suriah. Hingga berita ini diturunkan, pasukan Turki belum menyerang lintas batas secara fisik. Sejak Jumat dini hari, pasukan baru menyerang daerah itu menggunakan serangan artileri.




Berita Lainnya

Penembakan Massal di Florida, 17 Orang Tewas

15/02/2018 08:34 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat