Tuesday, 20 Feb 2018
Temukan Kami di :
News

Besok !! Presiden Jokowi Akan Resmikan Tol Trans Sumatera

Dewi Sari - 20/01/2018 12:30

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meresmikan jalan tol Trans Sumatera Bakauheni - Terbanggi Besar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Susun Bakauheni dan seksi 5 dari Lematang ke Kota Baru Lampung pada Minggu (21/1/2018).

Menurut Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) I Gusti i Ngurah Putra mengatakan ruas Tol Trans Sumatera Seksi 1 sepanjang 8,90 kilometer dan Seksi 5 sepanjang 5,64 kilometer sudah selesai dibangun.

I Gusti menuturkan dalam pekerjaan seksi 1 merupakan paket 1 Bakauheni-Sidomulyo, sedang seksi 5 merupakan bagian paket 2 Sidomulyo-Kota Baru.

Dalam pekerjaan jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Besar bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni antara Hutama Karya dengan 4 BUMN konstruksi lainnya, yaitu PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,938 kilometer terbagi dalam empat paket. PT PP (Persero) Tbk mengerjakan paket 1 dari Bakauheni ke Sidomulyo sepanjang 39,40 kilometer, PT Waskita Karya (Persero) Tbk membangun paket 2 dari Sidomulyo ke Kotabaru sepanjang 40,6 kilometer, PT Adhi Karya (Persero) Tbk menggarap Paket 3 dari Kotabaru ke Metro sepanjang 29 kilometer dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengerjakan paket 4 dari Metro ke Terbanggi Besar sepanjang 31,93 kilometer.

Dalam mengerjakan keseluruhan paket pembangunan ruas jalan tol tersebut, dia yakin pihaknya akan menyelesaikannya sesuai target.

Menurutnya, pengadaan tanah sudah mencapai 95,02% dan pengerjaan kontruksinya mencapai 65,65%.

"Melalui sinergi BUMN yang sudah terjalin sejak awal, kami optimistis bisa menyelesaikan semuanya tepat waktu," katanya dalam siaran pers dikutip, Sabtu (20/1/2018).

Pembuatan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Besar mengeluarkan biaya Rp16,8 triliun,dan porsi modal atau ekuitasnya sudah tercapai 52%, yakni melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2015/2016 sebesar Rp2,2 triliun, serta melalui penerbitan obligasi Hutama Karya secara bertahap sebesar Rp6,5 triliun.

Sementara sisanya sebesar 48% dipenuhi melalui skema pinjaman investasi dari 7 bank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).




Berita Lainnya

Pemerintah AS Cabut Sanksi Kopassus

20/02/2018 14:03 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat