Saturday, 17 Nov 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Kedapatan Pesta Sabu, Oknum Pegawai Rutan Diciduk BNN

Aisyah Isyana - 20/01/2018 05:31

Beritacenter.COM - Diduga terkait narkoba, seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kabupaten Mamuju Utara, diciduk tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Barat.

Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Sulbar, AKBP Herman mengatakan, pegawai rutan berinisial SU (27) dibekuk tim BNN bersama rekannya berinisial AS (26) yang berprofesi sebagai buruh. Keduanya kedapatan tengah menggunakan narkoba jenis sabu.

"Penangkapan oknum PNS yang bertugas di Rutan Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara itu berdasarkan laporan masyarakat bahwa di sebuah rumah di kawasan Jalan Rangong, kerap dipakai sebagai tempat transaksi narkoba," kata Herman, Jumat (19/1/2018).

"Dari laporan itulah kami kemudian menindaklanjuti dengan menggerebek rumah yang dimaksud dan mendapati SU bersama rekannya AS, tengah menggunakan narkoba jenis sabu-sabu," terangnya.

Adapun narkoba jenis sabu yang dikonsumsi keduanya diketahui didapat dari pelaku AS. "Peran AS adalah penyedia narkoba yang mereka gunakan," ungkap Herman.

Dari penangkapan terhadap kedua pelaku, tim BNN Provinsi Sulbar menyita barang bukti berupa satu paket narkoba jenis sabu-sabu, dua bong, satu sendok pipet berisi sisa sabu-sabu, lima korek api, satu buah pireks serta dua unit telepon genggam.

Dari laporan yang didapat menyebutkan bahwa oknnum pegawai Rutan Pasangkayu ini juga pernah ditangkap atas kasus yang sama, yakni penyalahgunaan narkoba, pada 2016 lalu.

"Oknum PNS itu pernah ditangkap dalam kasus yang sama dan divonis beberapa bulan penjara dan kali ini kembali tertangkap," ujar Herman.

Menurutnya, saat ini pihaknya masig terus melakukan pengembangan guna mengungkap penyalahgunaan narkoba yang melibatkan oknum PNS Rutan tersebut. Saat ini tambahnya, kedua pelaku masih diperiksa intensif di Kantor BNN Provinsi Sulbar.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku terancam dijerat pasal 114 ayat (1), 112 ayat (1), subsider pasal 127 ayat (1) huruf A Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

"Keduanya masih kami periksa intensif untuk dilakukan pengembangan penyidikan," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA