Sunday, 27 May 2018
Temukan Kami di :
News

Buru Tersangka Korupsi Kondensat, Polri Telusuri Jejak Digital Honggo

Tentu keberadaan yang bersangkutan sekarang lebih gampang untuk diketahui karena bisa meninggalkan jejak jejak digital bila menggunakan elektronik, HP misalnya. Mudah-mudahan bisa kami ketahui keberadaannya

Aisyah Isyana - 19/01/2018 22:59

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian masih melakukan perburuan terhadap tersangka kasus korupsi Kondesat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Presiden Direktur PT TPPI Honggo Wendratmo.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan bahwa pihaknya saat ini akan menelusuri jejak digital dari Honggo yang diduga 'melarikan diri' ke Luar Negeri, yakni diduga berada di Singapura.

(Baca Juga : Kado Tahun Baru 2018, Korupsi Sebanyak 37 T Dinyatakan P21 oleh Kejagung)

"Tentu keberadaan yang bersangkutan sekarang lebih gampang untuk diketahui karena bisa meninggalkan jejak jejak digital bila menggunakan elektronik, HP misalnya. Mudah-mudahan bisa kami ketahui keberadaannya," papar Martinus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Januari 2018.

Martinus menjelaskan, Honggo sudah dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Bahkan, tersangka kasus korupsi yang merugikan negara sekira 2,716 miliar dollar AS atau Rp35 triliun (kurs saat itu), sudah masuk dalam Red Notice sejak tahun 2017.

"(Red Notice) sudah ada sejak 2017. Nanti DPO itu mau kami sebar mulai hari Senin (23 Januari 2018)," ujar Martinus.

(Baca Juga : Bareskrim Bakal Kirim Penyidik Untuk Cek Kondisi Tersangka Kondensat di Singapura)

Terakhir kali, Honggo diketahui tengah berada di Singapura untuk melakukan pengobatan. Namun, menurut Martinus, penyidik telah melakukan pencarian di Singapura melalui senior Liaison Officer (SLO) Polri yang berada di Singapura.

Penyidik Polri di Singapura yakni Komisaris Besar Polisi Joko telah mendatangi alamat yang patut diduga menjadi tempat tinggal Honggo di Singapura. Namun, Honggo tidak berhasil dijumpai.

"Pada saat SLO kita di sana datangin lokasi yang patut diduga adalah tempat tinggal dan perusahaan TPPI (PT Trans Pacific Petrochemical Indotama) ternyata oleh yang ada di sana menyatakan bahwa tersangka HW tiddak ada di sana yang bukan merupakan PT dari TPPI di lokasi tersebut," kata Martinus menjelaskan.

(Baca Juga : BPK: Pelanggaran PT TPPI Merugikan Negara Rp37 Triliun)

Guna memburu tersangka, Martinus mengaku jika pihaknya akan bekerjasama dengan pihak kepolisian di negara yang diduga menjadi tempat Honggo bersembunyi.

"Nanti kami bisa minta kepolisian di negara tersebut supaya bisa membantu untuk menghadapkan dan menyerahkan kepada polri," ucap Martinus.

(Baca Juga : Mantap, Ungkap Seribu Kasus Korupsi, Polri Selamatkan Triliunan Uang Negara)

 




Berita Lainnya

Ada Yang Berbeda Dalam Aktivitas Gunung Merapi

26/05/2018 08:09 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA