Saturday, 17 Nov 2018
Temukan Kami di :
News

Jadikan Agama Sebagai Kedok Berpolitik, Garda 212 Dinilai Merusak Ajaran Islam

Itulah yang kemudian bisa menggerakan umat karena ajarannya dengan konteks Islam dan ajaran agama

Hiliyah Azizah - 18/01/2018 12:10 Pengamat Politik Karyono Wibowo

Beritacenter.com - Dengan hadirnya kelompok Garda 212 dinilai telah merusak ajaran agama Islam lantaran menggunakan agama sebagai kedok untuk memenuhi kepentingan politik.

Menurut pengamat politik Karyono Wibowo mengatakan, para oknum alumni 212 itu menyampaikan syiarnya ke hadapan publik dengan dalih membela Islam dengan dibumbui Alquran dan Hadist.

"Itulah yang kemudian bisa menggerakan umat karena ajarannya dengan konteks Islam dan ajaran agama," kata Karyono, Kamis (18/1/2018).

Dengan 'bungkus' tersebut, umat Islam hanya dapat melihat Garda 212 sebagai gerakan yang murni agama.

"Bukan saja saat gerakan menentang Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) saja, tapi juga saat aksi-aksi terbaru saat di Monas (reuni akbar) juga," katanya.

Karyono juga menyesalkan tiga partai seperti PKS, PAN dan Partai Gerindra yang dengan terang-terangan mendukung gerakan tersebut.

"Mereka membangun komitmen politik, bukan komitmen agama. Indikatornya ada komitmen dari alumni 212 untuk meminta rekomendasi calon kepala daerah yang diendorse oleh 212," ungkapnya.

"Saya hanya berharap umat Islam di seluruh Indonesia mengambil hikmah dari kejadian yang terungkap ini," tuntasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA