Monday, 18 Jun 2018
Temukan Kami di :
Politik

Enambe: Jadi Gubernur Bukan Untuk Kaya Tapi Jaga NKRI Utuh dan Lebih Baik

Indah Pratiwi - 13/01/2018 03:01

Beritacenter.com - Lukas Enembe merupakan Bakal Calon Gubernur Papua periode 2018 – 2023 yang berkomitmen akan tetap merawat dan menjaga Papua menjadi miniatur dari Indonesia,dan rumah bagi semua kalangan dan suku bangsa, bukan sebatas baru rencana, atau simbolis belaka, tetapi ia mengklaim telah mewujudkan hal itu dalam beberapa kebijakan dan terobosannya di periode pertama, Sabtu(13/1).

“ini kita Indonesia ada di Papua, tidak ada istilah saya orang gunung dan bawa orang-orang saya, itu tidak ada, seluruhnya di Kantor Gubernur diisi oleh semua latar belakang yang ada di Indonesia, oleh sebab itu ini perlu dijaga”, kata Lukas Enembe kepada sejumlah wartawan usai prosesi pendaftaran di KPU Papua.

Lukas Enembe menegaskan, seorang pemimpin harus bisa mengayomi dan menjadikan Papua sebagai rumah bersama, apalagi untuk wilayah Papua saja sudah terbagi atas 275 suku ditambah lagi saudara dari pulau lain dan ini jumlah yang sangat luar biasa, dan sebuah potensi yang harus di sinergikan untuk memajukan Papua agar lebih baik.

“Pemimpin kedepan harus mengerti tentang ini, jangan asal jadi Gubernur untuk kejar kekayaan, tidak ada itu, tidak ada yang bisa jadi kaya disini”, kata Lukas Enembe.

"Tujuan utama memimpin Papua adalah bagaimana mengatur Papua secara baik, banyak hal yang perlu dikerjakan, kita jadi Gubernur bukan untuk menjadi kaya atau mencari usaha maupun bisnis lain, tapi bagaimana menjaga NKRI utuh dan lebih baik, itu tujuan kami”, kata Lukas Enembe.

“selama ini di Pemprov Papua sudah jelas, penempatan birokrasi di Papua diisi oleh berbagai latar belakang, dan ini membuktikan bahwa inilah Indonesia”, kata Lukas Enembe.

Lukas Enembe yang akan maju bersama Klemen Tinal kembali di periode kedua juga bertujuan untuk menuntaskan beberapa agenda besar untuk menyelamatkan orang asli Papua yang belum tuntas. Dimana hal itu bila terjadi pergantian gubernur bisa jadi apa yang sudah di rintis LUKMEN pada periode pertama, tidak ada kepastian keberlanjutan.

“Jadi seperti Rumah Sakit regional yang belum dibangun, karena syaratnya harus dilengkapi alat serta dokter yang memadai, saat ini yang baru dilengkapi di Jayapura dan Nabire, masih ada tiga wilayah yang akan diselesaikan dan itu menjadi program prioritas kita untuk menjawab kebutuhan orang Papua dan semua yang bermukim di Papua”, kata Lukas Enembe.

“salah satu bukti, hari ini sudah dikirimkan 1.600 orang ke luar negeri, dan ini akan dilanjutkan sehingga ke depannya makin banyak orang Papua yang cerdas dan punya kualitas lebih bagus, karena SDM itu sangat penting”, jelas Lukas Enembe.

Ada agenda LUKMEN Jilid I yang belum tuntas, dimana ia berharap di periode kedua LUKMEN bisa menuntaskan agenda – agenda besar yang ke depannya bisa jadi warisan generasi Papua dan merubah wajah Papua menjadi aman, adil dan sejahtera.

“seperti pelaksanaan PON, untuk suksesi ini kita mengejar pembangunan stadion PON yang diperkirakan rampung antara akhir 2018 atau 2019 mendatang, jadi inilah yang akan diwariskan untuk generasi selanjutnya, dan saya pikir banyak tugas dari Papua Bangkit Jilid II untuk meningkatkan dan menambah apa yang sudah ada saat ini”, kata Lukas Enembe.

“yang hadir hari ini kita tidak pake undangan, karena sebenarnya ini hanya agenda Tim Koalisi Papua Bangkit saja, karena kami tidak ingin membebani rakyat dengan agenda ini, tapi terima kasih, puji Tuhan ternyata rakyat berbondong – bondong memberikan dukungan meski tidak di undang, lintas budaya, berbagai suku bangsa ikut hadir, itu menunjukkan bahwa ada suka cita dan kebersamaan di antara sesama kita suku bangsa yang ada di Papua, tidak ada perbedaan, semua sukarela mendukung dan siap memenangkan LUKMEN”, kata Lukas Enembe.

Baginya, banyak kelompok masyarakat yang ikut mengantar, dengan identitas budaya dan suku bangsa masing – masing. Ini menunjukkan representasi dukungan terhadap LUKMEN dari semua kelompok masyarakat yang hidup berdampingan di Papua.

”ini adalah kemauan rakyat dan mungkin saja ini terjadi di kabupaten-kabupaten juga pasti lebih dasyat, dan kita berterima kasih dan bersyukur atas dukungan kepada kami, karena memang kami sudah lakukan apa yang dinginkan rakyat Papua, dan sampai hari ini NKRI tetap terjaga. Aman dan itu sudah kami buktikan, jadi saya pikir sudah jelas, dan berharap kedepan dapat berjalan tertib dan aman”, kata Lukas Enembe lagi.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA