Tuesday, 17 Jul 2018
Temukan Kami di :
Nasional

Anies Temukan Tunggakan Mobil Mewah Sebesar RP44,9 Miliar di Jakarta

Jalan dipakai, fasilitas digunakan, udara juga memiliki dampak dari kendaraan bermotor. Tapi tanggung jawab untuk bayar pajak belum diselesaikan

Anas Baidowi - 12/01/2018 20:18

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan membeberkan jumlah tunggakan pajak kendaraan mewah yang ada di Ibu Kota. Totalnya sangat mengejutkan, mencapai Rp44,9 miliar.

Anies mengatakan, rincian kendaran pribadi yang menunggak sebanyak 744 mobil dengan nilai pajak mencapai Rp26,1 miliar, sedangkan sisanya dari tunggakan itu berasal dari perusahaan dengan nilai Rp18,8 miliar.

"Total kendaraan roda empat yang aktif 2.935.000 kendaraan. Lalu yang belum membayar pajak sebanyak 1.052.000. Jadi ada satu juta kendaraan roda empat atau lebih di Jakarta yang belum bayar pajak tahun 2017," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan kebudayaan itu menjelaskan, dari seluruh mobil yang menunggak itu harganya di atas Rp1 miliar. Ia sangat geram melihat orang-orang mampu yang enggan menyisihkan uangnya untuk membayar pajak.

"Jalan dipakai, fasilitas digunakan, udara juga memiliki dampak dari kendaraan bermotor. Tapi tanggung jawab untuk bayar pajak belum diselesaikan," jelasnya.

Anies menambahkan, dari seluruh mobil yang terdaftar sebagai penunggak pajak ada sebuah mobil yang harganya Rp9,6 miliar, yakni Lamborghini Aventador. Ia cukup heran dengan mobil seharga itu sang pemiliknya tak ingin membayar pajak kendaraannya.

"Ini adalah daftar seluruh kendaraan dari mulai yang paling mahal, yang paling mahal itu harganya Rp9,6 miliar, itu Lamborghini Aventador. Lalu, yang nomor 2, Rolls-Royce Rp6,9 miliar, Ferrari Rp6,6 miliar, Ferrari lagi Rp6,4 miliar, Roll Royce Rp6,4 miliar, Ferrari Rp5,9 miliar, Lamborghini Rp 5,8 miliar," terangnya.

Lebih lanjut, Anies berkata, pihaknya tak mampu menyebutkan identitas para pemilik mobil tersebut. Namun, dirinya akan mengeluarkan nomor polisi kendaraan itu di website resmi Pemprov DKI.

"Ada aturannya itu (soal nama). Ada aturannya. Jadi kita umumkan nomor polisinya, identitasnya. Kemudian kendaraannya. Nanti anda cek aja siapa. Pasti juga gampang tahunya," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA