Tuesday, 22 Oct 2019
Temukan Kami di :
Software

Lindungi User, Opera Rilis Browser Anti Cryptojacking Bitcoin

Kami adalah penggemar cryptocurrency, tapi kami tidak bisa menerima saat komputer orang lain digunakan sebagai media penambang, bahkan tanpa sepengetahuan user itu sendiri

Aisyah Isyana - 04/01/2018 21:41

Beritacenter.COM - Maraknya penambangan cryptocurrency dengan memanfaatkan browser oranglain, belakangan terjadi di banyak perangkat komputer masyarakat umum. Hal ini membuat Opera merilis versi terbaru untuk melindungi para user.

Dalam kasus ini, Opera membuat browser baru besutannya memiliki proteksi khusus yang tertanam didalamnya untuk menangkal aksi cryptojacking, yaitu tindakan menambang mata uang digital seperti Bitcoin, dengan memanfaatkan komputer orang lain.

Browser penangkal cryptojacking ini bernama Opera 50. Browser ini menggunakan daftar cryptocurrency mencurigakan dari No Coin, sebuah extension Google Chrome, yang diperbarui secara berkala.

Mengingat serangan cryptojacking memang tengah menjamur sepanjang 2017 kemarin, kehadiran Opera 50 ini dinilai menjadi solusi tepat.

Pasalnya, studi dari AdGuard menunjukkan bahwa terdapat 33 ribu situs yang digunakan sebagai mining script, sebuah fungsi yang ditanamkan pada browser untuk menambang cryptocurrency.

AdGuard pun memperkirakan terdapat satu miliar orang yang menggunakan situs-situs tersebut tiap bulannya.

"Kami adalah penggemar cryptocurrency, tapi kami tidak bisa menerima saat komputer orang lain digunakan sebagai media penambang, bahkan tanpa sepengetahuan user itu sendiri," ujar Krystian Kolondra, Head of Desktop Browser Opera, seperti detikINET kutip dari The Next Web pada Kamis (4/1/2018).

"Dengan Opera 50, kami ingin memulai 2018 dengan memberikan user kemampuan untuk mengambil alih kendali komputer mereka kembali," katanya menambahkan.




Berita Lainnya

DracOs Linux Codename "SANTET" Rilis

21/05/2019 19:46 - Josh Selalu Hello World
Kemukakan Pendapat


BOLA