Saturday, 22 Sep 2018
Temukan Kami di :
News

BPK: Pelanggaran PT TPPI Merugikan Negara Rp37 Triliun

Indah Pratiwi - 04/01/2018 12:36

Beritacenter.com - Dalam kasus korupsi kondensat PT Trans-Pasific Petrochemical Indotama(TPPI) yang diusut oleh Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) mengatakan ada tiga pelanggaran yang dilakukan oleh TPPI. Pelanggaran tersebut dilakukan bersama dengan PT Pertamina(Persero), PT Perusahan Listrik Negara(Persero) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi(SKK Migas).

Menurut Anggota VII BPK Achsanul Qosasi mengatakan ada tiga pelanggaran diantaranya penunjukan langsung terkait penjualan kondesat bagian negara, ketidakpatuhan terhadap peraturan yang ada, dan pelanggaran yang terjadi secara terus-menerus.

Baca Juga: Mantap, Ungkap Seribu Kasus Korupsi, Polri Selamatkan Triliunan Uang Negara

"Pertama adalah penunjukan langsung, yang kedua, tidak patuh terhadap peraturan keuangan yang ada. Ketiga, kejadian yang berulang,?" kata Achsanul di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis(28/5/2015).

Qosasi menjelaskan, TPPI mendapat penunjukan secara langsung oleh SKK Migas(dulu BP Migas) saat menjual kondensat bagian negara. Kepolisian sendiri telah menyatakan uang hasil penjualan kondensat tidak masuk ke kas negara.

Di lain tempat, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri mengungkapkan telah mengantongi kerugian negara atas kasus dugaan korupsi penjualan kondensat milik negara antara PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) dan BP Migas.

Menurut Kasubdit Tindak Pidana Pencucian Uang saat dijabat oleh Kombes Golkar Pangarso menjelaskan jumlah kerugian negara atas kasus tersebut dari hasil Perhitungan Kerugian Negara(PKN) yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) telah merugikan negara hingga mencapai US$ 2,7 miliar atau Rp38 triliun.

"Jumat pekan kemarin kami terima. Perkara korupsi itu, jika merujuk pada PKN BPK, telah merugikan negara sebesar US$ 2,7 miliar atau jika dengan nilai tukar saat ini sebesar Rp 37 triliun," kata Golkar saat dihubungi di Jakarta, Senin 25 Januari 2016 silam.

Baca Juga: Kado Tahun Baru 2018, Korupsi Sebanyak 37 T Dinyatakan P21 oleh Kejagung

Golkar melanjutkan, dari hasil komunikasi dengan pihak BPK, besaran kerugian negara yang diakibatkan atas kasus penjualan kondensat ini sangat besar, bahkan melebihi kasus dugaan korupsi Bank Century.

"Berdasarkan komunikasi dengan BPK saat kami menerima PKN, itu adalah nilai kerugian negara terbesar yang pernah dihitung BPK dan disidik oleh polisi. Sebelumnya kan yang paling besar itu perkara Century," terang Golkar, Senin(25/1/2016).

Ini adalah kasus pertama kalinya penegak hukum masuk ke dalam bisnis proses migas. Polri berhasil menyelamatkan keuangan negara Rp32 Triliun sudah ada di kas negara, kilang PT TLI senilai Rp600 Miliar dan uang sejumlah Rp 140 Miliar keuntungan dari PT TLI.




Berita Lainnya

Warga Serpong Tolak Acara Tagar Ganti Presiden

22/09/2018 17:14 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA