Friday, 20 Jul 2018
Temukan Kami di :
News

Pemakaman KH Hamam Ghozali Dihadiri Kapolres Nganjuk dan Para Ulama

Pelepasan pemakaman diawali kata-kata ahir perpisahan mau di kebumikan, KH Hasan Bisri dalam sambutannya mengungkapkan rasa belasungkawa sebesar-besarnya kepada almarhum.

Sari Intan Putri - 16/12/2017 11:09

Beritacenter.COM - Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Mantan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hamam Ghozali dan juga anggota DPRD Nganjuk dari PKB menghembuskan nafas terakhir di RSUD Nganjuk, Jumat (15/12/2017) pagi.

Rumah duka yang beralamat di lingkungan Krempyang Tanjunganom Pondok Miftahul Mubtadiin Kel T. Anom Kec Tanjunganom Kab Nganjuk dihadiri lebih dari 15 ribu orang. Subhanallah.

Suasana haru menyelimuti pemakamannya. Isak tangis keluarga, para santri dan pelayat mengiringi pemakaman KH Hamam. Bukan hanya keluarga, kerabat dan para santri juga berlinang air mata mengiringi kepergian salah satu ulama terbaik yang dimiliki Kota Nganjuk ini.

Jutaan pelayat dari berbagai kota menghadiri pemakaman KH Hamam Ghozali, dari tokoh politik, pejabat negara, tokoh agama, santri, hingga warga biasa.

Terlihat disana beberapa orang pejabat yang turut hadir dalam pemakaman KH Hamam Ghozali seperti Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranata, Letkol Arh. Sri Rusyono Dandim 0810/Nganjuk, Kompol Edy Hariadi Kapolsek Warujayeng, Kompol Abraham Kapolsek Kertosono, Kapten Inf. M. Nuril Anwar Danramil 0810 TanjungAnom, Kyai. Baghoi Kyai sepuh Nganjuk, KH. Ridwan Syaibani, KH Hasan Bisri, KH. Asfiyak Hamidah (Gus Yak), Gunawan (Bapeda Kab. Nganjuk), M. Yasin (Dinas Sosial Kab. Nganjuk) dan Para Kyai se kabupaten Nganjuk.

Sekitar pukul 14.45 WIB, KH Hamam Ghozali diberangkatkan ke TPU lingk. Krempyang Kel. Tanjunganom.

Ketua PC NU Nganjuk KH Hasan bisri memimpin langsung pemrangkatan pemakaman tersebut.

Pelepasan pemakaman diawali kata-kata ahir perpisahan mau di kebumikan, KH Hasan Bisri dalam sambutannya mengungkapkan rasa belasungkawa sebesar-besarnya kepada almarhum.

"Nganjuk telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Semoga jalan darmabakti yang ditempuh dapat jadi suri teladan dan arwah almarhum mendapat tempat semestinya," ujar Hasan Bisri.

Terpisah Alumni Ponpes Krempyang KH Asfiya Hamida, saat ditemui di sela-sela acara pemakaman mengatakan kepergian KH Hamam bukan hanya kehilangan bagi masyarakat NU, melainkan juga bagi umat Islam se Kabupaten Nganjuk dan dunia Islam.

"Karena beliau ialah figur atau salah satu pionir dalam dialog Islam. Wawasan beliau luas dan komitmen kebangsaannya kuat," ujarnya.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA